AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK STERILISASI LONGSOR : Petugas dari Satgas DPUPR Kota Depok mengevakuasi sisa-sisa material yang terbawa longsor di sisi Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Jumat (9/11). Kejadian longsor tersebut diduga akibat intensitas curah hujan yang tinggi.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
STERILISASI LONGSOR : Petugas dari Satgas DPUPR Kota Depok mengevakuasi sisa-sisa material yang terbawa longsor di sisi Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Jumat (9/11). Kejadian longsor tersebut diduga akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

DEPOK – Dalam menangani dampak longsor di pinggir Kali Cabang Timur depan Perumahan Permata Regency Kelurahan Ratu Jaya, Cipayung, Pemkot Depok langsung menerjunkan Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membersihkan material longsor.

Diketahui, pada kejadian tersebut sebuah gerobak pisang, penjual kopi, bengkel tambal ban dan motor pemilik bengkel, serta gerobak penjual koran amblas ke dalam kali, Kamis (8/11) pukul 18.50. Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, warga yang berada di sekitar lokasi harus mewaspadai longsor susulan.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Manto menyebutkan, satgas dikirim untuk mengangkat material longsoran. Kemudian mengalkulasi kebutuhan apa saja untuk penanganan. Ia menduga, longsor terjadi karena intensitas hujan yang begitu tinggi, ditambah debit air kali di bawahnya juga besar.

“Info camat ada dua lapak PKL dan satu motor yang ikut terbawa longsor. Ada juga lapak tambal ban, tapi untungnya tidak ada korban jiwa,” terang Manto kepada Radar Depok, kemarin (9/11).

Pada proses evakuasi, Dinas PUPR dibantu personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Manto menegaskan, jika anggaran pemeliharaan dari bidang Sumber Daya Air tidak mencukupi, pihaknya akan mengajukan Belanja Tak Terduga (BTT).

“Penanganan lebih lanjut, akan diusulkan via BTT mengingat pada tahun anggaran 2018 dan 2019 tidak ada kegiatan fisik di lokasi tersebut. Ke depan penanganan yang dilakukan PUPR pemasangan cerucuk dan batu bronjong, antisipasi meluasnya lokasi longsor,” tandas Manto.

            Data Dinas PUPR menyebutkan, sejumlah titik longsor yang kerap terjadi di Kota Depok ada di beberapa kecamatan. Yaitu di Kecamatan Cipayung, Pancoranmas, dan Beji. Di wilayah tersebut, banyak tanah terjal dengan kondisi kali yang tinggi. Ditambah lagi, bibir kali banyak permukiman dan di tempati pedagang kaki lima (PKL).

Hal ini membuat tekanan di ujung tanah kali yang terjal memicu terjadinya longsor.

“Air kan masuk ke dalam celah-celah tanah, sehingga tergerus menyebabkan longsor. Lalu ditambah beban yang ada di atas, sehingga mudah longsor pada musim hujan,” kata Manto.

Sementara itu, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR, Citra mengatakan, pada tahap awal menangani longsor diturunkan satu regu satgas banjir. Kemudian pada tahap selanjutnya, akan dipasang bronjong.

“Sesuai laporan, kondisi longsor cukup terjal dan menyulitkan saat membersihkan material longsor,” ujar Citra kepada Radar Depok.

AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENINJAU: Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna meninjau lokasi longsor di sisi Jalan Raya Citayam, Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung, Jumat (9/11). Kejadian longsor tersebut diduga akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

Citra melanjutkan, material longsor diangkut agar tidak menutupi arus kali. “Medannya cukup sulit, kita upayakan selesai tahapan awal satu hari,” harap Citra.

Sebelumnya Kamis (8/11), hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Depok. Hingga terjadi longsor di kali Cabang Timur tepat di depan perumahan Permata Regency Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung. Empat PKL yang biasa mangkal di jalan tersebut selamat dari peristiwa itu.

Selain menjatuhkan seluruh barang berharga dan bangunan para pedagang. Tanah longsor, juga mengakibatkan kemacetan panjang di jalan yang menghubungkan DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor tersebut. Untungnya, aksi cepat tanggap dari stakeholder dapat mengendalikan situasi. (irw)