SANI/RADAR DEPOK RAPAT: Dinas Pendidikan Kota Depok melakukan rapat perwakilan guru honorer di Gedung Dibaleka lantai 4, Balaikota Depok.
yamaha-nmax
SANI/RADAR DEPOK
RAPAT: Dinas Pendidikan Kota Depok melakukan rapat perwakilan guru honorer di Gedung Dibaleka lantai 4, Balaikota Depok.

DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok berkomitmen memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru non-Aparatur Sipil Negara atau honorer. Komitmen tersebut, dibuktikan dengan peningkatan insentif, standarisasi upah, dan pengembangan kompetensi diri.

“Hubungan Disdik dengan tenaga guru honorer sangat baik. Selama ini, kami berusaha semaksimal mungkin mengakomodir kebutuhan mereka di berbagai aspek,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Depok, Lizanova kepada Radar Depok.

Lizanova menuturkan, tahun ini Disdik Kota Depok mengeluarkan kebijakan standarisasi upah bagi guru honorer. Sesuai masa bakti dan latar belakang pendidikannya. Kisarannya, untuk lulusan sarjana (S-1) dengan masa pengabdian kurang empat tahun, minimal mendapatkan uang sebesar Rp1,25 juta.

Baca Juga  Pensi SMP PGRI 1 Pukau Ratusan Penonton

“Sementara untuk guru honorer lulusan S-1 dan memiliki masa kerja di atas 12 tahun, mendapatkan gaji sebesar Rp2,75 juta,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penugasan yang ditandatangani langsung oleh Kepala Disdik Depok, Mohamad Thamrin. Kebijakan ini, sebagai bentuk pengakuan secara formal (legalitas) Tugas, Pokok, dan Fungsi guru honorer dalam menjalankan kewajiban mengajarnya di masing-masing satuan pendidikan.

“Tahun ini juga kita memberikan berbagai bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan kualitas SDM guru honorer. Mulai dari pembinaan karakter, Kurikulum 2013 (Kurtilas), hingga sosialisasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB),” tutup Lizanova. (san)