Ilustrasi Prostitusi Online
IRWAN/RADAR DEPOK
DIJELASKAN : Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok, Deddy Kurniawan menjelaskan dua diduga mucikari menjual anak di bawah umur di Mapolresta Depok, kemarin.

DEPOK – Iwan Setiawan alias Kodeng dan Eko Supriyono sepertinya belum berkeluarga. Jika sudah, mungkin tidak setega ini. Kemarin, keduanya dicokok Polresta Depok akibat menjual FA gadis yang baru berusia 15 tahun, kepada pria hidung belang.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Deddy Kurniawan mengatakan, Iwan dan Eko bekerja sebagai penjual minuman keras di warung remang-remang, di pemancingan Taman Jaya daerah Cipayung. Sementara FA, bekerja sebagai pelayan di tempat pelaku tersebut bekerja.

“Jadi anak ini kerja sebagai pelayan tamu di tempat dua orang pelaku bekerja. Nah dua pelaku ini mempekerjakan anak-anak di bawah umur untuk menemani tamu,” ucap Deddy, kepada Harian Radar Depok di Mapolresta Depok, Senin (26/11).

Deddy mengatakan, setiap FA kencan dengan tarif Rp800.000, Iwan dan Eko mendapat keuntungan Rp100.000 hingga Rp200.000 dari penjualan FA. Menurutnya, Iwan dan Eko mencari pelanggan untuk FA dari media sosial yang pada akhirnya pelanggan dan FA melakukan negosiasi.

“Biasanya akan chat dulu, setelah deal dan sepakat harganya berapa, kami baru menuju tempat yang pelanggan sarankan. FA saat itu di rumah pelanggan dan diantar oleh dua orang ini,” ujar Deddy.

Deddy mengaku, masih melakukan pendalaman dengan memeriksa dua orang tersebut untuk mencari para korban yang lain. Dia menduga, jika perempuan yang dijual pelaku bukan hanya satu orang. “Dugaannya banyak wanita lain yang dijual pelaku ini, sekarang beberapa saksi masih diperiksa. Jumlah korban akan dicari, sejauh ini baru ada satu,” bebernya.

Oleh Karena perbuatannya, dua pelaku dijerat pasal 76 huruf I Jo Pasal 88 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman di atas 10 tahun penjara.(irw)