IRWAN/RADAR DEPOK PROSES PEMBUATAN : Vipo Andrijani pelaku UMKM memproduksi kerupuk dari limbah kulit pisang di kediamanya Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, kemarin.
IRWAN/RADAR DEPOK
PROSES PEMBUATAN : Vipo Andrijani pelaku UMKM memproduksi kerupuk dari limbah kulit pisang di kediamanya Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, kemarin.

Keseriusan Vipo Andrijani mengembang usaha kerupuk dari kulit pisang terus dilakukan. Dia kini menunggu proses label halal dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Depok.

Laporan : MUHAMMAD IRWAN SUPRIYADI

Selangkah demi selangkah dilakukan Vipo Andrijani, dalam mengembangkan usaha kerupuk dari kulit pisang. Hal itu dilihat dari kegiatan Vipo di rumahnya, terus memproduksi kerupuk. Perlu diketahui, Vipo sudah mendapatkan P-IRT dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, artinya sudah aman dikonsumsi bagi konsumen.

Untuk lebih aman dikonsumsi dan mempercayai konsumen, Vipo sedang mengajukan produknya mendapatkan label halal dari Disdagin dan MUI Depok. “Sedang dalam proses, mudah-mudahan cepat,” ucap Vipo.

Proses pembuatan kerupuk dari kulit pisang ini, kata perempuan suku Sunda ini pun menjelaskan selama proses butuh kesabaran.

Kesabaran itu dimulai dari mencari bahan baku. Kulit pisang didapat dari teman yang berada di Kelurahan Jatijajar, Tapos yang memang kebetulan pelaku usaha keripik pisang. Sehingga kulit pisang itu tak digunakan lagi. Vipo menceritakan bahwa kulit pisang itu untuk pangan ternak.

”Ada perternak yang mengambil limbah pisang, saya minta ke dia (teman) untuk diberikan ke saya. Akhirnya sampai sekarang limbah itu dimanfaatkan menjadi kerupuk kulit pisang,” bebernya.

Setelah mendapatkan bahan baku, kulit pisang ini dicuci hingga bersih secara satu persatu. Biasanya, saya memproduksi sebanyak 15 kilogram. “15 kilogram kulit pisang untuk mengukusnya membutuhkan 7 jam lamanya. Lalu proses lainya seperti mengeringkan dan dibelnder dan diberikan bubu racikan sesuai keinginan,” bebernya.

Hasil produksi kerupuk dari limbah pisang ini pun menjadi berkah bagi para tentangganya. Sebab, kalau ada pesanan Vipo meminta bantuan kepada tetangganya.

Bahkan, selama menyeriuskan produksi kerupuk ini. Dia dipanggil dari pihak Kelurahan Bojong Pondok Terong. Dan mendapatkan penghargaan peraih kategori inovasi ramah lingkungan tingkat kecamatan. “Nanti katanya akan melaju di tingkat provinsi Jawa Barat,”

Selain itu, produk kerupuk dari kulit pisang ini pun sudah tercium dari kalangan akademis. Kata dia, pihak Universitas Indraprasta (Unindra) di Jakarta Timur mengirim mahasiswanya belajar memproduksi kerupuk kulit pisang ini. “Mereka berkunjung ke rumah ingin tahu bagaimana caranya membuat kerupuk dari bahan baku kulit pisang,” tutur Vipo.(*)