AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MENGALAMI PENDANGKALAN : Suasana Situ Pengarengan yang berada di kawasan Jalan Juanda, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (6/11). Pendangkalan membuat air situ sering meluap apalagi disaat hujan deras turun yang menyebabkan beberapa pemukiman warga terendam akibat luapan tersebut.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENGALAMI PENDANGKALAN : Suasana Situ Pengarengan yang berada di kawasan Jalan Juanda, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (6/11). Pendangkalan membuat air situ sering meluap apalagi disaat hujan deras turun yang menyebabkan beberapa pemukiman warga terendam akibat luapan tersebut.

DEPOK – Musim penghujan mulai datang, warga Kota Depok yang berada di kawasan rawan banjir semakin khawatir. Ini terjadi di perumahan Taman Duta Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Hal tersebut lantaran Situ Pengarengan yang menjadi tempat penampungan air menuju Taman Duta dan sekitarnya tak mampu menahan air. Kemarin, Selasa (7/11) setelah Kota Depok diguyur hujan lebat Perumahan Taman Duta terendam.

Pantauan Radar Depok, di lokasi banjir tampak air menggenang hingga sebatas paha orang dewasa, menutupi jalanan yang menjadi akses utama dari Jalan Raya Tugu menuju Jalur Margonda dan Jalan Raya Bogor.

Masyarakat yang melewati jalan tersebut terpaksa harus menuntun motornya, namun ada pula yang memaksa tancap gas melewati banjir hingga akhirnya mogok.

“Baru satu jam naiknya, memang di wilayah sini sudah terbiasa dengan banjir saya memang tinggal di daerah sini jadi udah ga aneh kalau banjir,” ucap warga Perumahan Taman Duta, Fadel saat ditemui Radar Depok.

Menurutnya air banjir tersebut merupakan luapan dari beberapa sungai yang berada di samping dan belakang perumahan tersebut. “Ini buangan dari beberapa kali yang anda lihat itu baru di depan jalan di perumahan dalam banjir juga, karena Situ Pengarengan sudah tak mampu menampung air hujan,” katanya.

Rendy menegaskan, terkadang bila tidak ada hujanpun wilayah tersebut acapkali banjir pasalnya air banjir buangan dari wilayah Kota Bogor sering melintas hingga menutup jalan. “Situnya sudah tidak mampu menampung air,” kata Fadel.

Sementara itu, koordinator Forum Warga Korban Banjir (FWKB), Junaedi Sitorus mengatakan, selain belum dibangun saluran yudit yang mengarah ke Sungai Ciliwung guna mengantisifasi banjir harusnya pemerintah mau mengeruk situ pengarengan untuk meminimalisir banjir di kawasan Taman Duta. “Harus ada pengerukan Situ Pengarengan karena itu merupakan penampungan air hujan dari kali Jantung,” tukas Junaedi Sitorus. (rub)