DICKY/RADARDEPOK APRESIASI: Walikota Depok, Mohammad Idris (kanan) saat memberikan bantuan kepada UMKM di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
APRESIASI: Walikota Depok, Mohammad Idris (kanan) saat memberikan bantuan kepada UMKM di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DEPOK – Pendapatan perkapita masyarakat Kota Depok mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal itu diutarakan Walikota Depok, Mohammad Idris saat melaunching Cluster Makanan Industri Olahan Pondok Petir, di kantor Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Kota Depok mengalami peningkatan dalam laju perekonomian masyarakat. UMKM Kota Depok menjadi penyumbang pertama dalam laju pertumbuhan ekonomi. UMKM Kota Depok mengembangkan perekonomian mandiri, berdaya saing industri kreatif. Hal tersebut berdampak terhadap pendapatan perkapita masyarakat Kota Depok yang mengalami peningkatan ditiap tahunnya.

“Pendapatan perkapita masyarakat Kota Depok rata-rata sebesar Rp14 juta pertahun,” ujar Idris kepada Radar Depok, kemarin.

Idris membeberkan, apabila dikalkukasikan perbulan, pendapatan masyarakat mencapai Rp1,2 juta perbulan. Namun, melalui data BPS standar biaya hidup di Kota Depok dinilai cukup tinggi, mencapai Rp5 juta. Untuk itu, dia mendorong sektor pengembangan UMKM seperti Cluster Makanan Industri Olahan Pondok Petir, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui UMKM.

Melalui UMKM, lanjut Idris mampu menyerap tenaga kerja masyarakat, dia mencontohkan UMKM di wilayah Kelurahan Pondok Petir mampu menyerap 300 tenaga pekerja. Kedepannya, tiap kelurahan dapat mengusulkan untuk pembangunan kios untuk menjajakan olahan industri melalui Musrenbang. Apabila hal tersebut dapat terelisasi, bukan tidak mungkin menjadi destinasi wisata makanan khas Depok.

“Apabila terwujud akan menambah pendapatan UMKM Kota Depok,” tutup Idris. (dic)