IST PENJELASAN: Tim Pengabdian Masyarakat FKM UI sedang menjelaskan tentang mHealth kepada kader dan bidan desa terkait dengan program kesehatan ibu dan anak.
IST
PENJELASAN: Tim Pengabdian Masyarakat FKM UI sedang menjelaskan tentang mHealth kepada kader dan bidan desa terkait dengan program kesehatan ibu dan anak.

DEPOK – Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) melakukan program pengabdian masyarakat, dengan memberikan sebuah alat bantu pencatatan dan pelaporan bagi kader dan bidan desa terkait dengan program kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didukung sepenuhnya dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia.

Ketua Tim FKM UI, Rico Kurniawan mengatakan, sistem yang dikembangkan oleh Tim FKM UI ini merupakan sebuah aplikasi mobile berbasis android (mHealth) yang nantinya akan digunakan oleh bidan desa dan kader kesehatan.

“Kamis, 12 Oktober lalu tim telah melakukan sosialisasi dan pelatihan untuk kedua kalinya terkait dengan pemanfaatan mHealth untuk pencatatan dan pelaporan, khususnya pada program kesehatan ibu dan anak,” ucapnya didampingi rekan setimnya, yakni Kemal N. Siregar dan Nimas Suri Martiana.

Rico menjelaskan, tujuan dikembangkan mHealth, untuk memberdayakan kader untuk melakukan pendataan kondisi kesehatan di tingkat populasi dan bidan desa dalam hal pencatatan serta pelaporan layanan kesehatan ibu hamil. Sistem Informasi (mHealth) ini terhubung dengan data dashboard yang ada di tingkat puskesmas dan kecamatan.

“Dengan demikian bidan dan petugas kesehatan yang ada di puskesmas dapat memantau kesehatan ibu dan mengantisipasi risiko kesehatan yang akan muncul,” katanya.

Lebih dari itu kinerja bidan juga akan menjadi lebih ringan dan perkembangan kesehatan ibu hamil dapat diketahui dengan segera secara real time oleh stakeholders, termasuk oleh camat dan kepala puskesmas.

“Aplikasi mHealth ini tidak hanya bisa dipakai oleh bidan desa ataupun kader, namun juga bisa digunakan oleh perangkat desa untuk pencatatan dan pelaporan. Contohnya dalam pelaporan data kematian, kelahiran, serta migrasi” ujarnya.

Rico menuturkan, salah satu permasalah kesehatan yang masih menjadi program prioritas pemerintah adalah masalah angka kematian ibu (AKI). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2012 menunjukkan AKI di Indonesia masih tinggi yaitu sebanyak 359 per 100.000 kelahiran hidup. Hal itu disebabkan karena masih rendahnya kinerja Program Kesehatan Ibu dalam penanganan komplikasi obstetrik.

“Bidan di desa merupakah salah satu strategi intervensi yang dapat mengatasi masalah kesehatan ibu hamil di wilayahnya. Namun, beban kerja bidan yang berat seringkali membuat penjangkaun secara individual tidak maksimal. Sehingga banyak ibu hamil yang tidak terdata,” tuturnya.

Kasi Kesra Desa Babakan Madang, Egy mengungkapkan, sistem yang diperkenalkan oleh Tim FKM UI sangat bermanfaat dan bisa menjadi salah satu terobosan pemanfaatan smartphone untuk kebutuhan pelaporan.

“Bagi kami, manfaat mHealth dengan platform Opendatakit (ODK) ini sudah sangat luar biasa, dimana kami bisa melihat selain kesehatan ibu anak, kita juga bisa melihat perkembangan dan pertumbuhan anak khususnya di bawah lima tahun atau balita” tutur Egy. (dic)