AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DOA YANG TERBAIK : Sejumlah keluarga dan kerabat mendoakan jenazah almarhum Ibnu Fajariyadi Hantoro (33) salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 saat berada di rumah duka di Komplek Pelni C1/5 RT 04/RW 17 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (7/11).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DOA YANG TERBAIK : Sejumlah keluarga dan kerabat mendoakan jenazah almarhum Ibnu Fajariyadi Hantoro (33) salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 saat berada di rumah duka di Komplek Pelni C1/5 RT 04/RW 17 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (7/11).

Suasana duka pecah sekira pukul 08:05 WIB, ketika jenazah dr Ibnu Fajaryadi Hantoro datang di kediamannya, Komplek Pelni Blok C1 No5 RT4/RW17 Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya. Salah satu dari lima korban asli warga Depok ini, baru teridentifikasi jasadnya Selasa (6/11). 

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIRGAR, Depok

Sebuah ambulan besar berkelir coklat, memasuki komplek Perumahan Pelni,  Rabu (7/11) Pagi. Para tetangga dan keluarga almarhum dr Ibnu Fajariyadi Hantoro yang sudah menunggu, langsung bergegas memberi jalan. Mobil bersirine itu, dapat terparkir hingga ke mulut gerbang rumah duka.

Jenazah dokter spesialis penyakit dalam yang dibawa menggunakan ambulan milik korps Tribrata, disambut pihak keluarga. Sanak saudara mengangkat peti jenazah dan membawanya, ke dalam ruang tamu.

Slamet, Ayah Ibnu tampak tegar dan sigap membopong peti jenazah anaknya  ke dalam rumah. Meski bibirnya tampak bergetar sambil melantunkan doa. “Laiilahaillallah, Laiilahaillallah, Laiilahaillallah,” ucap Slamet lirih diikuti sanak keluarga yang turut membantu mengangkat peti jenazah ke dalam rumah.

Walau berduka dan tak mampu membendung air mata, keluarga dan para pelayat yang datang saling menguatkan. Termasuk istri almarhum, Helda Aprilia yang merupakan dokter spesialis Rehab Medik di RSUD Pasar Rebo. Perempuan berusia 31 tahun itu tegar melihat kedatangan jasad suaminya tersebut.

Slamet mengatakan, jenazah Ibnu dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur usai salat Zuhur. Salat jenazah dr. Ibnu akan diikuti Walikota Depok, Mohammad Idris. Ditengah perbincangan. Arisa anak pertama almarhum dr. Ibnu Hantoro melontarkan pertanyaan yang menyayat hati para keluarga, dan tamu yang datang ke sana. Arisa  menanyakan, perihal keberadaan sejumlah karangan bunga ucapan dukacita bertuliskan nama ayahnya, Ibnu Hantoro (33) yang jadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610.

Slamet, menuturkan anak pertama almarhum dokter spesialis penyakit dalam tersebut, bertanya karena masih baru belajar membaca.

“Anak pertamanya nanya, kok nama papi disebut-sebut terus. Dia baru bisa belajar membaca, makannya pas lihat karangan bunga depan rumah dia bertanya,” kata Slamet.

Dia menuturkan, jenazah Ibnu berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) menggunakan hasil DNA yang diambil darinya.

Menurutnya, saat ini pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian dr. Ibnu Hantoro yang sudah di makamkan di TPU Pondok Rangon. Mengenai kondisi istri dr. Ibnu Hantoro, Helda Aprilia (31), Slamet menyebut menantunya juga sudah mulai dapat mengikhlaskan kepergian suaminya. Dan selalu memanjatkan doa, agar Ibnu diberikan tempat terbaik di akhirat.

Sebelum jasad Ibnu berhasil diidentifikasi, menantunya tersebut terus  dirundung duka yang mendalam lantaran belum mengetahui nasib suaminya. “Sebelum berhasil diidentifikasi istrinya sedih, saya bilang doakan saja yang terbaik. Sekarang setelah berhasil diidentifikasi istrinya masih terus berdoa dan mengaji,” tutupnya.(*)