IRWAN/RADAR DEPOK DIJELASKAN : Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus menjelaskan dan memperlihatkan barang bukti aksi pelaku pembobol ATM di Depok, kemarin.
IRWAN/RADAR DEPOK
DIJELASKAN : Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus menjelaskan dan memperlihatkan barang bukti aksi pelaku pembobol ATM di Depok, kemarin.

DEPOK – Kedepannya para nasabah yang sering menarik uang menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), mesti waspada lagi. Kekiniannya modus jahat mulai menyulap berbagai cara. Kemarin, Tim Buru Sergap Polresta Depok menangkap Darmawan yang membobol ATM di Kelurahan Pondok Terong, Cipayung.

Sekretaris RT ini sangat lihai. Cukup menggunakan potongan air mineral. Uang puluhan juta bisa diraupnya.

Kepada Harian Radar Depok, Kabag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan, tersangka diamankan petugas setelah beraksi di salah satu ATM di wilayah Pondok Terong, Kecamatan Cipayung Kota Depok. Menurutnya, modus yang dilakukan Darmawan yaitu dengan menggunakan potongan botol air mineral.

“Jadi, dia menggunakan botol air minuman kemudian dipotong dilipat, lalu dimasukkan dengan penggaris besi ke mesin ATM. Ini untuk menahan kartu,” beber Firdaus.

Firdaus menerangkan, setelah dipasang tersangka dan rekannya yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO), langsung menjauhi mesin ATM. Sambil mengawasi setiap orang yang hendak mengambil uang di ATM tersebut. “Korban yang tidak mengetahui masuk ke ATM kaget, ketika kartu ATM nya tertahan. Lalu datanglah kedua orang ini (Darmawan dan DPO), mereka berpura-pura hendak membantu,” bebernya.

Selanjutnya, tersangka yang berusia 39 tahun ini menyuruh korban kembali mencoba memasukkan nomor PIN kartu ATMnya. Nomor tersebut diam-diam dicatat oleh tersangka, setelah korban putus asa dan keluar ATM untuk memblokir dia dengan cepat masuk ke dalam ruangan. Lalu mengeluarkan kartu yang terganjal kemudian memasukkannya dengan nomor pin yang telah di dapat. “Sejumlah uang yang ada di dalam kartu langsung di transfer ke kartu ATM milik tersangka,” jelasnya.

Dari pengakuan tersangka, telah melakukan kejahatan tersebut sebanyak tiga kali dengan jumlah uang yang diperoleh senilai Rp61 Juta.

“Uang itu langsung dibagi, Darmawan mengaku kebagian Rp12 Juta, namun sisa uang yang bisa kita amankan Rp1,4 Juta,” terangnya.

Selain itu, Firdaus meyakini tersangka pengganjal ATM ini biasa beraksi pagi hari pada hari Sabtu dan Minggu. “Ini bertepatan pada, hari libur karena memang untuk memblokir ATM dihari libur lama. Mereka memanfaatkan waktu-waktu ini,” tandasnya.

Sementara itu, Darmawan mengaku, hanya bertugas mengintip sedangkan yang mengeksekusi teman saya. “Saya hanya ngintip dan mencatat nomor PINnya saja, sebetulnya saat masang botol ke dalam mulut mesin ATM kelihatan oleh kamera CCTV tapi kita cuek aja,” katanya.

Pria yang diketahui berprofesi sebagai Sekretaris RT di wilayah Pabuaran ini mengaku, biasa melancarkan aksinya di ATM yang dekat dengan SPBU. “Ya soalnya di tempat itu, lebih mudah dan kalau pagi-pagi sepi,” bebernya.

Akibat perbuatannya, Darmawan di ganjar pasal 363, atas perbuatannya melakukan pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman kurang lebih lima tahun penjara.(irw)