RICKY/RADAR DEPOK UNIK: Caleg DPRD Kota Depok Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo) dari Partai NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti berfoto dengan masyarakat yang hadir dalam Sosialisasinya di Kelurahan/Kecamatan Beji.
RICKY/RADAR DEPOK
UNIK: Caleg DPRD Kota Depok Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo) dari Partai NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti berfoto dengan masyarakat yang hadir dalam Sosialisasinya di Kelurahan/Kecamatan Beji.

Banyak cara yang dilakukan untuk menyosialisasikan diri sebagai caleg di dapil masing-masing. Ada yang konvensional ada pula yang unik, seperti yang dilakukan Caleg DPRD Kota Depok Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo) dari Partai NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti.

Laporan : Ricky Juliansyah

Pada Pemilu 2014, bangsa Indonesia mengadakan pemilihan umum, dan nantinya pada 17 April 2019 mendatang pun akan melakukan Pemilu kembali, untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, wakil rakyat di legislatif dan juga pemilihan senator.

Meski sama-sama pesta demokrasi, namun banyak aturan baru yang cukup membuat kening petahana maupun caleg baru berkerut, khususnya regulasi mengenai tata cara pelaksanaan kampanye.

Untuk itu, baik petahana maupun caleg baru harus kreatif dalam melakukan kampanye, sesuai dengan bingkai PKPU yang telah ditetapkan.

Salah satu yang kreatif yakni, Caleg DPRD Kota Depok Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo) dari Partai NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti. Hutomo yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Depok ini memiliki cara unik untuk menarik simpati masyarakat.

Kepada Radar Depok, Hutomo menjelaskan, ada beberapa kegiatan kampanye yang ia lakukan di wilayah Kecamatan Beji, Cinere dan Limo, yakni menghadirkan stand foto booth untuk masyarakat mengabadikan momen bersama pria yang murah senyum ini.

“Ini untuk menyiasati pemberian hadiah dan lainnya, sehingga tidak melanggar regulasi kampanye,” kata Hutomo.

Caleg DPRD Kota Depok Dapil 2 dari Partai NasDem Kota Depok dengan nomor urut 1 ini mengungkapkan, ide itu tercetus lantaran melihat kurangnya sarana dan prasarana bagi masyarakat Depok. Sehingga, dalam satu kampanye ia menggunakan stand foto booth untuk berfoto bersama masyarakat.

Bahkan, tak segan Hutomo mengenakan perlengkapan badut, seperti wig (rambut palsu) saat mengabadikan momen dengan warga yang hadir dalam kampanyenya.

“Ini salah satu contoh, hiburan sederhana untuk masyarakat, memberikan kebahagiaan dan membuat mereka tersenyum bahagia,” kata Hutomo. (*)