IRWAN/RADAR DEPOK MASIH TAHAP AWAL: Pembangunan underpas atau terowongan untik penyeberangan di Stasiun Depok Lama, kemarin.
IRWAN/RADAR DEPOK
MASIH TAHAP AWAL: Pembangunan underpas atau terowongan untik penyeberangan di Stasiun Depok Lama, kemarin.

DEPOK – PT Kereta Api Indonesia tengah membangun underpass atau terowongan penyeberangan penyambung peron di Stasiun Depok Lama (Stadela).

Pantauan Radar Depok, Minggu (4/11) di lokasi tampak sejumlah spanduk pemberitahuan. “Mohon maaf untuk sementara pengguna jasa angkutan kereta commuter Indonesia atas terganggunya kenyamanan perjalanan anda dikarenakan akan dilaksanakan pembangunan underpass,” demikian bunyi isi spanduk tersebut.

Tidak hanya itu, di depan peron 1 pekerja menggali tanah. Tanah tersebut tadinya menjadi tempat parkir motor yang berada di samping kanan akses keluar masuk peron. Bagian tengah antara peron 2 dan 3 juga sudah digali dan bolong.

Kepala Humas KCJ, Eva Chairunissa mengatakan, pembangunan underpass bakal tembus melewati jalur 1, 2, dan 3. “Iya itu pembuatan underpass di tengah. Untuk peningkatan pelayanan penumpang commuter line,” kata Eva kepada Radar Depok, kemarin (4/11).

Saat ini, underpass yang ada hanya untuk menyeberangkan orang dari akses Jalan Depok, keluar atau masuk stasiun. Adapun sehari-hari, penumpang yang ingin naik dari jalur 1 ke arah Jakarta Kota atau Jatinegara maupun ke jalur 4 arah Bogor atau Nambo tetap harus menyeberang rel. “Sudah mulai untuk menigkatkan keselamatan penumpang berpindah antar peron,” tegas Eva.

Sementara itu, Merlina penumpang kereta mengatakan, pembuatan terowongan untuk penyambung ke peron 1, 2, dan 3 memang sudah seharusnya dibangun untuk keselamatan ketika berpindah peron. “Sekarang ini masih menyebrang rel,” ucap Merlina.

Menurut dia, langkah ini sudah tepat untuk keselamatan para pengguna kereta. “Sekarang harus was-was lihat kiri dan kanan kalau nyebrang rel mau arah pulang, dan naik kereta,” kata perempuan yang bekerja di Jakarta Pusat ini. (irw)