DICKY/RADARDEPOK GABUNGAN: Panwascam Kecamatan Bojongsari bersama aparatur Kecamatan Bojongsari, sebelum melakukan penertiban APK diwilayah Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
GABUNGAN: Panwascam Kecamatan Bojongsari bersama aparatur Kecamatan Bojongsari, sebelum melakukan penertiban APK diwilayah Kecamatan Bojongsari, kemarin.

DEPOK – Setelah ditetapkan dan penandatanganan antar partai terkait prosedur Alat Peraga Kampanye (APK), Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Bojongsari langsung menjalankan tugas. Menggandeng Satpol PP Kecamatan Bojongsari, Panwascam melakukan penertiban APK diwilayah Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Ketua Panwascam Bojongsari, Lili Istihori mengatakan, penertiban APK pribadi merupakan salah satu tugasnya dalam menjalankan mekanisme peraturan KPU dalam menghadapi pemilihan legislatif dan presiden 2019. Apalagi telah dilakukan pendatanganan kesepahaman antara Calon Legislatif (Caleg) dengan KPU terkait desain APK.

“Desain yang terpasang sekarang ini diwilayah Bojongsari merupakan desain pribadi,” ujar Lili kepada Radar Depok, kemarin.

Lili menjelaskan, caleg hanya diperbolehkan memasang APK sesuai dengan arahan dan desain yang diberikan partai maupun KPU. Lili menambahkan, ada 185 APK pribadi yang menjadi sasarannya dalam penertiban bersama Satpol PP Kecamatan Bojongsari. Penertiban APK pribadi hanya dilakukan selama satu hari dengan 18 anggota Panwascam dan anggota Satpol PP Kecamatan Bojongsari.

Lili mengungkapkan, kriteria pencopotan APK selain desain pribadi, pemasangan yang diluar zona tetap ditertibkan. Hal itu dia lakukan, dikarenakan Kecamatan Bojongsari merupakan wilayah terbanyak ke tiga di Kota Depok tentang APK pribadi. Untuk itu, Panwascam Bojongsari, semaksimal mungkin melakukan penertiban APK pribadi diwilayah Kecamatan Bojongsari.

“Kami terus berusaha bekerja optimal dalam melakukan pengawasan diwilayah Kecamatan Bojongsari,” tutup Lili. (dic)