ARNET/RADAR DEPOK BIMBINGAN: Serda Engky memberikan materi penyuluhan TMMD kepada siswa SMAN 1 Depok di aula sekolah, Jalan Nusantara Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (7/11).
ARNET/RADAR DEPOK
BIMBINGAN: Serda Engky memberikan materi penyuluhan TMMD kepada siswa SMAN 1 Depok di aula sekolah, Jalan Nusantara Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (7/11).

DEPOK – Kodim 0508/Depok menyambangi pelajar SMA 1 Negeri Kota Depok, dalam kegiatan non-fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103, Rabu (7/11).

Sekolah favorit tersebut kebagian penyuluhan mengenai penangkalan hoax, kenakalan remaja, serta pencegahan penyakit menular, yang digelar di aula sekolah, Jalan Nusantara Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas.

Babinsa Kelurahan Depok Jaya, Serda Engki Nugroho sebagai narasumber penyuluhan dan pengawas TMMD, mengajak para pelajar lebih cerdas dalam menilai dan melihat informasi yang beredar di media sosial. Sehingga pelajar tidak terjebak dan terjerat berita hoax yang bisa menimbulkan konflik sosial.

“Informasi yang cukup banyak dan beredar di media sosial saat ini mengenai hal apapun harus bisa disikapi dengan cara yang baik dan benar. Dengan melihat lebih dalam apakah setiap informasi yang diterima itu bisa dipercaya kebenarannya atau justru diragukan, terutama mengenai hal-hal sensitif seperti politik, keamanan dan isu SARA,” kata Serda Engki.

Jika informasi terasa simpang siur dan dipertanyakan kebenarannya maka yang perlu dilakukan adalah mengecek informasi itu lebih jauh dengan melakukan konfirmasi.

“Bisa bertanya ke orang tua atau guru, atau siapapun yang dianggap mungkin lebih paham dengan informasi itu,” kata dia.

Selain itu, kata Serda Engki, bisa dicek juga ada tidaknya informasi lain. Jika itu semua sudah dilakukan dan informasi masih terasa diragukan kebenarannya, maka para pelajar sebaiknya menahan diri untuk tidak menyebarkannya lebih luas melalui media sosial.

“Jadi saya harap para pelajar tidak sembarang memposting atau menyebarkan informasi yang diragukan kebenarannya, bahkan menyebarkan informasi hoax alias tidak benar,” lanjutnya.

Karena penyebaran informasi yang kurang akurat dapat terancam hukuman UU ITE. Karenanya, kata dia, sikap dalam memperlakukan informasi yang ada di dunia maya menjadi sangat penting, agar pelajar tidak terjerat tindak pidana.

Bahkan dari dampak penyebaran informasi hoax terjadinya perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa. “Hoax bisa memecah belah persatuan, menghancurkan manajemen baik, bahkan menghancurkan suatu negara. Persatuan dan kesatuan wajib kita jaga dengan baik,” tutup Sera Engki.

Di tempat yang sama, Kepala SMAN 1 Depok, Supiyana menyambut baik kegiatan positif yang dilaksanakan TMMD dengan sasaran para pelajar. Materi yang dibawakan adalah hal penting untuk bersama-sama diatasi, mengingat pelajar menjadi generasi penerus bangsa.

“Kami mengapresiasi giat TMMD di sekolah kami, karena materi yang diberikan semakin membuka wawasan pelajar dan menambah pengetahuan siswa,” kata Supiyana.

Wakil Kepala SMAN 1, Rosalinah menambahkan, para siswa lebih memahami mengenai wawasan kebangsaan yang sebenarnya melalui materi yang disampaikan.

“Semuanya bisa diaplikasikan dengan menghindari bentuk kenakalan remaja dan lebih kritis menyikapi informasi yang berpotensi hoax. Kami yakin siswa-siswi kami dapat menangkap materi dengan baik dan dijalankan dalam kehidupan pergaulannya,” tandas Rosalinah. (cr2)