AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK TURAP KALI LONGSOR : Sejumlah warga saat melihat kondisi turap kali yang longsor di dekat proyek perbaikan Jembatan Pitara, Kecamatan Pancoranmas, Selasa (6/11).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
TURAP KALI LONGSOR : Sejumlah warga saat melihat kondisi turap kali yang longsor di dekat proyek perbaikan Jembatan Pitara, Kecamatan Pancoranmas, Selasa (6/11).

DEPOK – Akibat, hujan lebat tiga hari berturut-turut proyek pembangunan Jembatan Pitara sedikit terhambat. Minggu, (4/11) turap kali yang tepat berada di Proyek Jembatan Pitara amblas.

Menurut salah satu warga setempat, Rangga mengatakan memang sejak tiga hari lalu hujan yang turun sangat lebat, mengakibatkan turap di sisi sungai amblas. “Itu memang sejak tiga hari lalu hujan lebat,” kata Rangga.

Sementara itu, menurutnya karena hujan pembangunan Jembatan Pitara menjadi terhambat. “Pasti pembangunan agak terhambat, karena hujannya kan sangat lebat,” kata Rangga menjelaskan.

Rangga yang mengaku sebagai kerabat dari kontraktor juga mengatakan akan memperbaiki turap yang jebol akibat hujan. “Nanti juga yang jebol akan diperbaiki, karena dalam proyek juga akan memperbaiki turap yang jebol,” tukas Rangga.

Seperti diketahui, Jembatan Pitara di Kelurahan Pancoranmas dibongkar, warga dan pemakai kendaraan baik roda empat maupun sepeda motor diminta mencari jalan alternatif lain.

Pembongkaran jembatan di Jalan Raya Pitara, Kecamatam Pancoranmas mulai dilakukan Kamis (25/10). Sehingga warga tidak lagi bisa melintasi jalan utama yang menghubungkan Depok Satu ke Cipayung maupun Jembatan Serong atau sebaliknya.

“Jembatan mulai dibongkar hari ini warga dan pemakai kendaraan diharapkan melintas atau mencari jalan alterntif lain,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pancoranmas Mamat Lambet didampingi Agus Salim, kemarin.

Mereka yang telah melalui Jalan Raya Pitara dari arah Jembatan Serong bisa melalui Jalan Raya Wadas dan dari arah Depok Satu melalui Jalan Raya Terusan keduanya menuju Jalan Raya Sawangan. “Kegiatan pembongkaran Jembatan Pitara mundur empat hari dari waktu yang ditentukan. Seharusnya kerjakan Senin (21/10),” terangnya.

Untuk warga dari arah Cipayung atau Jembatan Serong yang menggunakan angkot nantinya turun di ujung Jalan Raya Pitara kemudian melanjutkan lagi dengan angkot menuju terminal bis Depok atau Stasiun Depok Baru. “Kami dan sejumlah ormas kepemudaan membantu mengatur arus lalu lintas di kawasan tersebut,” tuturnya.

Direncanakan jalur jalan tersebut akan ditutup sampai Desember 2018. Jembatan yang akan diperbaiki sepanjang 50 meter, konstruksi 50 centimeter lebih tinggi dari bangunan lama, dengan anggaran Rp950 juta.

“Jembatan kita tinggikan untuk menguatkan konstruksi, karena laju air kali yang ada di bawahnya kerap mengikis pijakan jembatan. Selain itu, agar kendaraan yang lewat di atasnya tidak terlalu menghentak. Makanya kami buat sedikit landai,” katanya.

Penutupan jalan total dilakukan mengingat DPUPR akan mengkonstruksi ulang bangunan jembatan. Penutupan akan berlangsung kurang lebih tiga bulan atau sampai Desember 2018 mendatang.

“Ini merupakan pembangunan ulang, artinya konstruksi lama akan digantikan dengan konstruksi baru. Untuk itu, warga harap bersabar dan sama-sama mendukung program pembangunan tersebut,” bebernya.

Ia memastikan pembangunan jembatan ini awet hingga 20 tahun dengan kondisi cuaca hujan maupun panas. Bahkan, dilalui truk sampah yang beratnya mencapai 10 ton. Belum lagi kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kerap melintas dan beratnya hampir 15 ton. (rub/irw)