ARNET/RADAR DEPOK LOMBA: Walikota Depok, Mohammad Idris memberikan sambutan penutupan Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan, di Kantor Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong, Rabu (7/11).
ARNET/RADAR DEPOK
LOMBA: Walikota Depok, Mohammad Idris memberikan sambutan penutupan Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan, di Kantor Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong, Rabu (7/11).

DEPOK – Rangkaian Lomba Kinerja dan Inovasi (LKI) Kelurahan tingkat Kota Depok telah usai. Kelurahan Cilodong di Kecamatan Cilodong menjadi tempat terakhir lomba yang telah dilaksanakan di setiap kelurahan. Lomba yang memberdayakan setiap lapisan masyarakat ini diharapkan mampu menonjolkan potensi di wilayah.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengamanahkan bahwa setiap warga atau kelompok harus selalu memberdayakan diri agar mampu bersaing dengan kelurahan yang ada di Depok. Pejabat setempat seperti kelurahan dan kecamatan wajib memberikan fasilitas yang warga butuhkan.

“Mari berdayakan kemampuan kalian apapun bidangnya, seperti UMKM, di keagamaan ada majelis taklim, pendidikan ada guru-guru. Setelah itu ajukan ke kelurahan setempat untuk dibantu difasilitasi,” ujar Idris saat menutup lomba.

Sistem pengajuannya harus dimulai dari lapisan bawah (masyarakat) menuju ke pejabat wilayah agar semua terkoordinasi dengan baik, sehingga setiap wilayah mempunyai keunggulannya masing-masing.

“Caranya down to up dari masyarakat ke lurah atau camat. Jangan dari up to down dari atas ke bawah. Seperti contoh di wilayah Cipayung yang mempunyai keunggulan sebagai tempat guru ‘kampung’ yang sudah bisa memberdayakan warga sekitarnya, itu karena down to up,” katanya.

Cara down to up dinilai mampu membuat masyarakat Depok mendapat inovasi baru dalam hidup dan membangun ekonomi keluarga maupun wiayahnya.

“Harapannya acara ini mampu memberikan pelayanan kinerja dan inovasi yang baik bagi setiap warganya,” tutup Idris. (cr2)