Mohammad Idris, Walikota Depok
Mohammad Idris, Walikota Depok

DEPOK – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok 2019 saat ini masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembahasan tersebut, membahas UMK yang ideal dan tidak merugikan kedua belah pihak, antara buruh dan perusahaan.

Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan, Pemprov Jabar, pengusaha, dan serikat buruh sudah membahas berapa jumlah UMK di Depok. Tetapi, hingga saat ini masih belum menemukan titik temu.

“Masih dibahas, karena kami juga sedang melobi Gubernur Jabar Ridwan Kamil, agar permintaan kenaikan UMK Depok dipenuhi sesuai kebutuhan di Depok,” tutur Idris kepada wartawan, di Balaikota Depok, Senin (19/11).

Selain itu lanjut Idris, pemkot sudah mengakomodir arahan pendapat dari Pemprov Jabar, perusahaan, dan buruh. Inilah yang berfungsi memberikan arahan ke gubernur mengenai usulan besaran UMK, yang hingga kini belum ada kesepakatan.

Prinsip UMK kata Idris, tidak merugikan buruh, pekerja, dan tidak mendesak pengusaha yang menjadi bagian dari pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Kota Depok.

”Jangan sampai kita hanya mengakomodir usulan buruh tapi perusahaannya tidak kita mintai pendapatnya. Jangan sampai perusahaan itu kolabs kan yang rugi kita juga,” jelas Idris.

Idris mengatakan, saat ini Pemprov Jabar akan melakukan kajian mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan yang menjadi landasan hukum. Upah Minimum Provinsi Jawa Barat itu biasanya ditentukan oleh keluhan para pengusaha.

“Nominal yang diusulkan belum tahu karena ini masih disepakati tripatrit untuk idealnya berapa UMK di Depok karena masih dalam pengkajian dan pembahasan saat ini.

Semoga tidak merugikan kedua belah pihak,” tutur Idris.

Sebelumnya, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno mengatakan, untuk tahun depan buruh di Depok akan mengajukan UMK sebesar Rp4.480.886 atau naik 25 persen dari tahun 2018.

UMK Depok 2018 Rp3.584.709. Nominal standar upah Kota Depok tahun ini mengalami kenaikan 8,71 persen dari tahun 2017 sebesar Rp3.297.489.

Menurut Wido, pengajuan kenaikan UMK tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan layak di Kota Depok. (irw)