ARNET/RADAR DEPOK SYIAR: Warga binaan Rutan Kelas II B Cilodong merayakan Maulid Nabi Muhammad, Selasa (20/11).
ARNET/RADAR DEPOK
SYIAR: Warga binaan Rutan Kelas II B Cilodong merayakan Maulid Nabi Muhammad, Selasa (20/11).

DEPOK – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Cilodong, menggelar salawat dan tausyiah di Masjid Baiturrahman Rutan Cilodong, bersama ratusan narapidana, Rabu (20/11). Warga binaan diminta untuk meneladani Nabi Muhammad SAW agar pandangan buruk masyarakat hilang.

Kepala Rutan Cilodong, Bawono Ika Sumano berharap, perayan hari besar umat muslim dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan para napi dan juga petugas Rutan kepada Allah SAW.

“Mari para napi dan tahanan ini menjadi pembinaan serta memulihkan kehidupan meraka. Benahi diri di sini, saat keluar nanti masyarakat tidak mempunyai stigma buruk kepada napi karena selalu dapat pembinaan dari rutan,” kata Bawono dihadapan warga binaan.

Peringatan Maulid Nabi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh rutan dan lapas di seluruh Indonesia. Hal ini berdasarkan surat edaran Direktur Jendral Pemasyarakatan Nomor PAS-131.UM.06.02 Tahun 2018.

Bawono menuturkan, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara pihak rutan dengan Yayasan At-Taubah dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

“Pembinaan keagaaman tidak hanya dilakukan dalam perayaan hari besar saja, namun berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, saat ini sudah ada 380 warga binaan sudah mengikuti pembinaan keagamaan yang didampingi langsung DKM Baiturrahman, jadi bagi warga binaan yang beragama muslim silakan ikut,” ajak Bawono

Ustaz Abu Dais pengisi ceramah dalam kegiatan tersebut mengatakan, untuk merubah stigma masyarakat yang buruk kepada warga binaan, tentunya paling penting warga binaan meneladani Nabi Muhammad SAW agar pemulihanan kehidupan terjadi dalam diri mereka.

“Di masyarakat terkadang masih ada stigma memandang mantan narapidana itu sebagai orang yang jahat, makanya teladani Nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW, jadi saat keluar nanti masyarakat tidak berpikir buruk namun sebaliknya karena di sini keagamaannya selalu dibina,” katanya dalam ceramah. (cr2)