IRWAN/RADAR DEPOK TERBUKTI : Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto memperlihatkan barang bukti aksi tawuran yang menewaskan satu orang remaja di Jalan Gandul, Kecamatan Cinere, Jumat (21/12).
IRWAN/RADAR DEPOK
TERBUKTI : Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto memperlihatkan barang bukti aksi tawuran yang menewaskan satu orang remaja di Jalan Gandul, Kecamatan Cinere, Jumat (21/12).

DEPOK – Yang seperti ini jangan dicontoh ya. Apalagi sampai terulang kembali. Jumat (21/12) dini hari, GS meregang nyawa di Jalan Raya Gandul Gang Pintu Air I RT7/8 Kelurahan Gandul, Cinere. Biang kerok aksi nahas ini, didasari terlibat tawuran antara Geng Biih 26 dengan Geng Golder Gandul.

Peristiwa yang tak sepatasnya terjadi itu bermula, Geng Biih 26 mendengar kabar bahwa Geng Golder Gandul hendak menyerang kampungnya. Aksi penyerangan itu dilakukan live di instagram. Akhirnya 13 anggota Geng Biih 26 menunggu sampai Geng Golden Gandul datang. Akhirnya, gerombolan Geng Golden Gandul datang menggunakan motor menyalakan petas. Pecahlah aksi tawuran tersebut. Apesnya, GS terjatuh dan kemudian disabet senjata tajam dari anggota Geng Biih 26.

Adanya aksi tersebut, kurang dari 24 jam, Satreskrim Polsek Limo berhasil membekuk 3 pelaku tawuran yang menewaskan GS. Pelaku dibekuk dikediamannya masing–masing pada Jumat (21/12) pagi, yang letaknya tak jauh dari lokasi kejadian. Ironisnya, dua pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar.

Pelaku masing–masing : DK (19), BG (14) dan MH (16) yang merupakan anggota Geng Biih 26. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua bilah celurit serta dua bilah parang yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

Kepada Harian Radar Depok, para pelaku mengakui perbuatannya menghabisi nyawa GS, lantaran emosi mendengar kabar bahwa Geng Golder Gandul hendak menyerang kampungnya.

“Kita pas lagi nongkrong di warkop di kasih tahu kalau Geng Golder Gandul itu live di instagram. Mereka nantangin katanya mau kandangin (mengacak – ngacak) kampungan kita. Saya panas. Terus kita ber-13 orang nungguin mereka sampai lewat,” kata DK, kepada Harian Radar Depok di Mapolresta Depok, Jumat (21/12).

Menurut DK, GS (korban) yang lewat melempar petasan, dan mengenai salah satu mobil yang terparkir di pinggir jalan. “Saya langsung pulang ngambil parang, terus kita majuin. Si korban jatuh, saya bacok dua kali di kakinya. Mereka ramai banget ada 30-an orang pakai motor semua,” ujar DK.

Dia juga mengaku, tidak tahu permasalahan awal yang membuat Geng Golder Gandul menyerang mereka.

Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto menyayangkan, aksi tawuran antar kelompok remaja ini mengakibatkan satu nyawa melayang. Dua kelompok ini dari daerah yang sama hanya bersebelahan. Mereka tawuran dipicu, karena kesalahpahaman antara masing-masing kelompok beberapa hari yang lalu.

Didik menjelaskan, akan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku tawuran, baik yang terlibat langsung maupun yang ikut serta. “Kami akan terapkan pasal 358 terhadap seluruh orang yang terlibat tawuran. Meskipun cuma ikut–ikut bergerombol tetap kita kenakan pasal tersebut. Ancamannya gak main–main sampai 2 tahun penjara,” tegas kapolres.

Didik menghimbau, kepada para pelajar untuk mengisi hari liburnya dengan kegiatan bermanfaat. Kalau dari kepolisian bersama stakeholder akan banyak berada di lapangan, terutama titik tempat anak-anak berkumpul. “Ketika ada langkah sosialisasi preventif sudah maksimal, tapi masih terjadi kita akan tegas dan konsisten,” tandasnya.(irw)