AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKAN DIOPERASIKAN SEPENUHNYA: Bus menunggu penumpang di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos. Tempat tersebut akan beroperasi sepenuhnya pada 2019 mendatang.
yamaha-nmax
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKAN DIOPERASIKAN SEPENUHNYA: Bus menunggu penumpang di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos. Tempat tersebut akan beroperasi sepenuhnya pada 2019 mendatang.

DEPOK – Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memastikan pengoperasian dibarengi infrastruktur secara menyeluruh Terminal Jatijajar pada akhir 2019.

Direktur Prasarana BPTJ, Heru Wisnu Wibowo mengatakan, pembangunan Termijal Jatijajar masih dalam lanjutan diharapkan bisa memenuhui standar terminal tipe A. Meski 17 September lalu telah diresmikan oleh Pemerintah Kota Depok dan BPTJ.

Saat ini, kata dia, memang sudah beroperasi, tapi bus AKAP belum masuk ke terminal karena masih mengurus Kartu Pengawasan (KP) bagi bus AKAP yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan.

“Di 2019 bisa beroperasi minimal. Kalau untuk keseluruhan belum bisa, paling menjelang akhir tahun (2019),” kata Heru.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, Dadang Wihana menyatakan, kewenangan Terminal Jatijajar berada di tangan Pemerintah Pusat, dalam hal ini BPTJ.

Baca Juga  Dinkes Depok Klaim Hanya Tujuh Warga, KLB Chikungunya 2012 Jangan Terulang

“Kita mensupport langkah Terminal Jatijajar dioperasikan penuh. Karena Jalan Raya Bogor harus bersih dari bus antar provinsi mangkal di jalan itu,” kata Dadang.

Proses pengoperasian penuh terminal, saat ini sedang menyelesaikan perubahan kartu pengawasan (KP). Ia menjelaskan, KP untuk operasional kendaraan bus jenis AKAP di Terminal Jatijajar.

Dadang mencontohkan, bus antar provinsi rute Bogor-Wonogiri yang sudah ada harus dirubah menjadi Depok-Wonogiri. “Tidak ada lagi bus di Raya Bogor pada Januari beroperasi di agen,” katanya. (irw)