RICKY/RADAR DEPOK POTONG TUMPENG: Ketua DPW NasDem Jabar, Saan Mustofa menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua DPC NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti saat Konsolidasi DPD Partai NasDem Kota Depok dan HUT ke-7 Partai NasDem di Hotel Margo, Jalan Margonda, Kota Depok, Sabtu (15/12).
RICKY/RADAR DEPOK
POTONG TUMPENG: Ketua DPW NasDem Jabar, Saan Mustofa menyerahkan potongan tumpeng kepada Ketua DPC NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti saat Konsolidasi DPD Partai NasDem Kota Depok dan HUT ke-7 Partai NasDem di Hotel Margo, Jalan Margonda, Kota Depok, Sabtu (15/12).

DEPOK – Guna memfokuskan diri dalam menghadapi Pemilu 2019, DPD Partai NasDem Kota Depok kembali mengundang Caleg-nya untuk melakukan konsolidasi yang dibarengi dengan perayaan HUT ke-7 Partai besutan Surya Paloh di Hotel Margo, Jalan Margonda, Kota Depok, Sabtu (15/12).

Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustofa mengatakan, dalam konsolidasi ini pihaknya menekankan tentang posisi Caleg, karena posisi Caleg sangat penting dan menentukan perjalanan partai kedepan. Maka, ia mulai mengintruksikan agar para Caleg untuk turun ke lingkungan.

“Mulai dari kerja keras, meningkatkan daya juang, semangat dan sebagainya, agar masyarakat berkeyakinan Caleg NasDem itu yang layak untuk dipilih,” kata Saan kepada Radar Depok usai kegiatan.

Yang terpenting, lanjut Saan, strateginya harus turun ke lapangan, door to door menyapa masyarakat menjadi penting untuk memperkenalkan diri dan meningkatkan kesukaan serta meraih simpati masyarakat.

“Itu bisa dilakukan jika turun ke lapangan,” terangnya.

Terkait tandem anter Caleg, kata Saan, pihaknya mempersilahkan seluruh Caleg, baik di tingkat II, provinsi dan DPR ri mau melakukan tandem dengan siapa saja, DPW sendiri tidak mengharuskan untuk tandem antara Caleg A dengan Caleg B. Sebab, strategi tandem itu berdasarkan kenyamanan dan kesukaan masing-masing.

“Jadi silahkan saja, dari Enam Caleg DPR RI dan 11 Caleg Provinsi silahkan saja, yang penting nyaman dan ikhlas,” tegasnya.

Saan menambahkan, DPW Partai NasDem Jabar sendiri menginginkan di Depok minimal dapat meraih unsur pimpinan DPRD Kota Depok, provinsi dan DPR RI masing-masing satu kursi.

Ia pun mengatakan, di Jabar sendiri pihaknya mengharapkan agar seluruh kabupaten/kota dapat menjadi lumbung suara, sebab ia tidak menginginkan ada satu Dapil pun yang kosong.

“Karena kita tidak ingin ada satu Dapil pun yang kosong, maka saya sampaikan semuanya menjadi lumbung suara, dan yang bukan lumbung pun akan kita jadikan lumbung suara, untuk memastikan setiap Dapil tidak ada yang kosong, baik DPR RI, provinsi maupun tingkat II,” papar Saan.

Hal ini pun bukan tanpa alasan, sebab banyak politisi ulung hingga artis banyak yang merapat ke NasDem dan berpotensi meraih suara signifikan di Pemilu 2019.

“Seperti Caleg dari artis, mereka memiliki popularitas, mereka sudah punya modal di situ, harus dijadikan efek elektoral untuk NasDem sendiri. Pada HUT ke-7 NasDem ini saya pub berharap partainya dapat semakin solid, kuat dan menjadi 3 besar di Pemilu 2019,” ucap Saan.

Sementara, Ketua DPD Partai NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti mengatakan, konsolidasi ini pihaknya ingin menegaskan bahwa NasDem fokus menghadapi Pemilu 2019.

“Kami mengundang Caleg DPR RI, provinsi hingga Kota Depok untuk menyamakan persepsi dan tujuan bersama dalam memenangkan NasDem di Kota Depok serta target-target suara dapat tercapai,” kata Hutomo.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan target di DPRD Kota Depok sendiri, NasDem berupaya untuk meraih satu fraksi dengan satu kursi di provinsi dan DPR RI.

“Saya berharap dengan adanya kondolidasi ini, kami bisa menyamakan persepsi dan motivasi dalam meraih target tersebut,” ucap Hutomo.

Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan sesi tanya jawab dengan Bawaslu Kota Depok terkait Regulasi Kampanye Pemilu oleh Komisioner Bawaslu Kota Depok, Sriyono dan juga dari KPU Kota Depok yang dihadiri Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna.

“Ini kan terkait aturan kepemiluan, karena selama ini banyak APK yang dicopot, Caleg kami bisa bertanya tentang aturan main dan apa saja yang harus dilakukan, sehingga sesuai dengan aturan yang ada,” ucap Hutomo. (cky)