IRWAN/RADAR DEPOK JANGAN DITIRU: Pelaku pencurian berinisial MNI (24) saat diamankan petugas di Polsek Pancoranmas, kemarin (19/12).
IRWAN/RADAR DEPOK
JANGAN DITIRU: Pelaku pencurian berinisial MNI (24) saat diamankan petugas di Polsek Pancoranmas, kemarin (19/12).

DEPOK – Pria berinisial MNI (24), harus merasakan bogem mentah warga setelah kedapatan melakukan pencurian di toko kelontong Jalan Raya Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung.

Informasi yang dihimpun, MNI mencoba membongkar toko kelontong milik warga pada Selasa (18/12) bersama seorang rekannya. Namun aksi mereka gagal ketika pemilik toko terbangun dan berteriak.

“Saya terbangun karena dengar suara kasak kusuk di dalam warung kelontong, ternyata ada orang masuk ngambil dompet di etalase. Saya spontan teriak maling,” ucap Solekan (41), pemilik kelontong Rabu (19 /12).

Tersangka langsung kabur bersama rekannya yang telah bersiap di atas motor. Namun, dompet berisi uang Rp433 ribu itu terjatuh di jalan. Sekitar 200 meter dari lokasi pencurian, tersangka turun dan mencoba mencari dompet. Naas MNI malah dikepung massa.

Kapolsek Pancoranmas Komisaris Polisi Roni Agus Wowor menuturkan, tersangka tak berkutik karena terkepung dan akhirnya babak belur dihajar massa. Beruntung petugas Bhabinkamtibmas datang dan langsung mengamankan tersangka.

“Rekannya kabur sewaktu melihat massa, sedangkan tersangka babak belur dihajar warga. Petugas kami datang dan membawa tersangka ke Mapolsekta Pancoranmas, ini kita lakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Pancoranmas Iptu Hendra menuturkan dari hasil introgasi MNI mengaku, baru satu kali melakukan aksi pencurian tersebut. “Katanya baru satu kali ini, rencananya kalau berhasil uang hasil curian akan dibagi dua dengan temannya yang kabur. Untuk bayar daftar ujian paket C juga,” paparnya.

Hingga berita ini ditulis, tersangka telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolsekta Pancoran Mas. Atas perbuatannya MNI diancam pasal KUHPidana 363 mengenai pencurian dengan hukuman maksimal lima tahun penjara. (irw)