ARNET/RADARDEPOK SISA: : Sisa galian material dari pekerjaan pelebaran jalan di Jalan Kemang, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok, menumpuk di depan toko dan rumah warga sehingga menimbulkan kekecawaan bagi warga sekitar.
ARNET/RADARDEPOK
SISA: : Sisa galian material dari pekerjaan pelebaran jalan di Jalan Kemang, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok, menumpuk di depan toko dan rumah warga sehingga menimbulkan kekecawaan bagi warga sekitar.

DEPOK – Sisa galian material ditelantarkan dari pekerjaan pelebaran jalan di Jalan Kemang Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Depok, menjadi kekecawaan warga sekitar lokasi. Pasalnya usai dikerjakan puing bekas pembongkaran dibiarkan berserakan di pinggir jalan, bahkan menutup akses jalan rumah warga dan warung sekitar.

Salah satunya Hendrik, pemilik rumah yang pintu gerbangnya tertutup sebagian oleh puing tersebut. Dirinya mengatakan, dirinya sulit masuk ke dalam rumah, karena tertutup sebagian, bahkan kesulitan saat ingin memasukan mobil.

“Saya mau marah banget sama kontraktor atau mandornya, soalnya mobil saya jadi tidak bisa masuk, masa ditinggal depan rumah saya. Padahal seharusnya dibuang lah, maubsudah selesai atau belum pekerjaan itu,” tegas Hendrik saat disambangi ke kediamannya.

Ditempat terpisah, selaku Ketua LPM Kalibaru, Burhanudin geram sebab dari awal sampai akhir tidak ada koordinasi dengan dirinya selaku LPM setempat.

“Itu proyek siluman, siapa pemborongnya saja, saya tidak tahu,” katanya kepada Radar Depok.

Parahnya kata dia, ini meninggalkan kekecawaan bagi masyarakat sebab tanah bekas galian dibiarkan begitu saja sehingga menyebabkan kemacetan.

“Pekerjaan semaunya. Mohon kepada Dinas PUPR ambil tindakan tegas, jangan dibayar pekerjaannya,” tegasnya dengan nada tinggi.

Tak berhenti sampai disitu bentuk ketidak profesionalannya. lebih jauh, LMP yang kerap disapa Abuy ini menambahkan kalau standar pekerjaan berupa Bekisting pembatas beton tidak digunakan.

“Papan informasinya juga tidak ada, kebangetan ini,” tambahnya.

Menampik hal itu, Erik selaku mandor pekerjaan tersebut menuturkan kalau pekerjaan belum usai semua, masih ada beberapa meter lagi yang harus dikerjakan.

“Ini belum kelar bang, makanya belum kita angkut material bekas galian. Papan informasinada kok,” tuturnya saat dihubungi.

Dari pantuan dilapangan sejumlah warung, rumah, dan bengkel menjadi korban yang teras depannya ditumpuk sisa galian tanah, dan tidak ada papan informasi di lokasi tersebut. (cr2)