AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MENJAGA KERUKUNAN: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengajak jamaah Majelis Taklim Al Khairiyah Mekarjaya untuk selalu menjaga spirit toleransi. (Inset) tokoh masyarakat Kecamatan Sukmajaya, Haji Sarmili (kanan) bersama Ustaz Tile (tengah), dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENJAGA KERUKUNAN: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengajak jamaah Majelis Taklim Al Khairiyah Mekarjaya untuk selalu menjaga spirit toleransi. (Inset) tokoh masyarakat Kecamatan Sukmajaya, Haji Sarmili (kanan) bersama Ustaz Tile (tengah), dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

DEPOK – Ribuan orang dari berbagai elemen merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digagas Majelis Taklim (MT) Al Khairiyah Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, di kediaman anggota DPRD Kota Depok, Juanah Sarmili, Perumaha Griya Depok Asri RW01, Kamis (27/12).

Selain jamaah majelis taklim, maulid diikuti Wakil Walikota Depok, Pradi Supariatna, anggota DPR RI, Wenny Haryanto, para kiai, ustaz, ulama, aparatur dan mitra pemerintahan, juga sejumlah tokoh di Kecamatan Sukmajaya.

“Ajang silaturahmi Maulid Nabi ini. Juga sambil menuntut ilmu bersama para ustaz dan kiai yang hadir,” kata Juanah Sarmili kepada Radar Depok. Tausyiah dibawakan Nur Fadillah atau Ustaz Tile.

Menurut Juanah, momentum maulid bentuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antara sesama umat muslim. “Dengan acara keagamaan seperti ini dapat membawa keberkahan buat semua,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Walikota Depok, Pradi Supariatna mengatakan, Maulid Nabi yang dilaksanakan setiap tahunnya sudah menjadi budaya di Indoneisa. Untuk itu, umat Islam perlu membangun suasana kehidupan yang damai, harmonis, dan toleran. “Hal itu merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam rahmatan lil alamin,” kata Pradi.

Menurutnya, spirit toleransi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan.

Pradi mengajak seluruh umat Islam menjadikan perayaan Maulid Nabi tahun ini sebagai kesempatan meningkatkan ketakwaan dengan berbuat kebajikan dan beramal saleh.

            Selain itu, ia berharap agar umat Islam juga dapat mewarisi semangat pembebasan dari berbagai bentuk ketertindasan, baik itu kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan.

“Karena hakikat dari misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum lemah dan tertindas, dengan berempati merasakan berat penderitaan mereka, memberikan rasa aman dan sentosa, serta memberikan rasa belas kasih terhadap sesama umat manusia,” katanya.

Peringatan maulid tahun ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh umat Islam untuk mengembangkan hidup damai dan harmonis di kalangan umat Islam.

“Ini penting, sehingga umat tidak terjebak pada pertentangan dan perselisihan yang dapat merusak silaturahmi antar umat Islam,” katanya.

Seluruh masyarakat diminta untuk menjaga dan merawat kesatuan bangsa dengan menjaga perdamaian dan kerukunan di antara masyarakat. Mengingat kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan perjuangan dan pengorbanan seluruh rakyat.

“Dengan demikian, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dimaknai dalam rangka peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, khususnya di pemilu mendatang. Apresiasi terhadap kebinekaan dan penghormatan terhadap nilai demokrasi, hukum, dan HAM,” ujar Pradi. (irw)