Foto : ARNET/RADAR DEPOK HOBI: Pemancing nampak tenang menunggu kailnya dimakan ikan dalam perlombaan di Situ Jatijajar, Kecamatan Tapos. Sebanyak 380 peserta memenuhi sebanyak 190 lapak, Minggu (20/1).

 

Foto : ARNET/RADAR DEPOK
HOBI: Pemancing nampak tenang menunggu kailnya dimakan ikan dalam perlombaan di Situ Jatijajar, Kecamatan Tapos. Sebanyak 380 peserta memenuhi sebanyak 190 lapak, Minggu (20/1).

TAPOS – Berupaya memfasilitasi masyarakat pegiat mancing serta memberdayakan warga sekitar ke arah positif, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Situ Jatijajar adakan event rutinan lomba mancing dengan menggaet peserta sebanyak 380 orang.

Tidak hanya warga Depok saja yang turun dalam perlombaan ini, melainkan dari Jabodetabek bahkan dari luar Provinsi seperti Yogjakarta dan Bandung.

Sebanyak 190 lapak digelar dengan masing-masing lapak diisi dua orang dan dua joran. Ikan disedikana untuk para peserta sebanyak 7 kwintal bawal dan 5 kwintal patin, serta ditambah ikan budidaya dengan pendaftaran perlapak Rp250 ribu.

Pemenang pertama pada ikan yang berukuran paling berat sekitar Rp2,5 juta dan selanjutnya pemenang dari jumlah ikan terbanyak. Tak ketinggalan doorprize berupa uang Rp100 ribu diberikan kepada 10 peserta.

“Event lomba mancing ini memang kita gelar biasanya setahun bisa 2 sampai 3 kali. Hasil dari itu kami alokasikan untuk terus mempercantik Situ. Ada 3 yang kita unggulkan, wisata air, pemancingan, sama religi. Semua kami lakukan secara ikhlas dengan cara swadaya Pokdarwis,” jelas Ketua Pokdarwis Situ Jatijajar, Taryono saat lomba mancing berlangsung.

Selain itu, Taryono juga memberdayakan warga sekitar untuk bersama membangun Situ ini. Sebab ini menjadi kegiatan yang positif daripada harus berkeliaran tidak jelas menjadi preman dan pecandu narkoba. Disini menurut ia, banyak manfaat pengetahuan dan rezeki seperti mengelola permainan bebek atau yang terbaru speed boat, sampai membudidayakan ikan untuk kembali menggelar lomba mancing.

“Kita kerja dan pinter disini buat tempat lahir kita sendiri, kita asli sini jadi situ harus kita yang kelola. Alhamdulilah sekarang ada speed boat dikasih temen situ lainnya walaupun kondisi rusak akhirya dibenerin sekitar 15 jutaan,” ungkap Taryono kepada Radar Depok.

LPM Jatijajar, Emil mengatakan kalau Situ bukan menjadi Tupoksi Kelurahan maupun KEcamatan sebab ini masuk dalam ranah Pemekot dan Pemprov bahkan Pusat. Namun dirinya lebih kea rah memotivasi Pokdarwis untuk lebih aktif dan semangat dalam mengelola dan mempercantik Situ Jatijajar.

“Seperti contohnya kemarin saya langsung memotivasi mereka untuk lakukan pergantian kepengurusan yang aktif, makanya baru kemarin mereka ganti kepengurusan dibawah Pak Ega Triyono. Itu sifat kami untuk membantu penggalian potensi Situ Jatijajar yang ada di wilayah kami,” kata Emil. (cr2)