AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SIAGA DBD : Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) menjalani perawatan di RSUD Kota Depok, Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan, Jumat (25/1).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SIAGA DBD : Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) menjalani perawatan di RSUD Kota Depok, Jalan Muchtar Raya, Kecamatan Sawangan, Jumat (25/1).

 

 

DEPOK–Nyamuk mematikan di Kota Depok mengamuk terus. Senin (28/1), penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kian meningkat. Tercatat, 314 jiwa terserang wabah DBD di sepanjang Januari 2019. Banyaknya pasien mulai merata di setiap kelurahan dan kecamatan.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita mengatakan, wabah DBD menyerang hampir di seluruh kelurahan. Terhitung berdasarkan data Dinkes, 54 kelurahan dari 11 kecamatan sudah terjangkit DBD.

 

“Ada 54 kelurahan kasus DBD hanya sembilan kelurahan yang tidak ada kasus, artinya belum ada laporan apakah ada pasien DBD disana. Totalnya ada 314 termasuk di RSUD,” kata Novarita kepada Harian Radar Depok, Senin (28/1) di Balaikota Depok.

 

Novarita menyebut, dari 54 kelurahan lima kelurahan berada di posisi teratas penyebaran wabah DBD. Di antaranya, Harjamukti, Beji, Cipayung, Mekarjaya, dan Pancoranmas. Tren kenaikan jumlah penderita, Dinkes menyatakan status Kota Depok Siaga DBD.

 

“Statusnya Siaga, karena ini sudah meningkat terus. Tapi belum bisa dikatakan KLB karena belum melebih jumlah tahun lalu,” ujarnya.

 

Dinkes tidak menampik bahwa pasien penderita DBD di beberapa rumah sakit akan berpotensi naik.  Namun, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus dianggap mampu menekan kenaikan jumlah pasien.

 

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, Dinkes Kota Depok banyak menemukan jentik-jentik nyamuk. Menurut Novarita, evakuasi pemberantasan nyamuk melalui fogging, dianggap bukan cara yang tepat membunuh nyamuk.

 

“Dengan adanya PSN bukan fogging. Kalau fogging hanya matikan nyamuk dewasa tapi PSN bisa matikan telur-telurnya juga. Karena 1 nyamuk memiliki 800 telur,” ungkapnya.

 

Terpisah, Manager On Duty RSUD Kota Depok, Stya Hadi Saputra menyebutkan, sebanyak 177 pasien penderita DBD yang ditangani oleh pihaknya. Data tersebut meningkat dari hari ke hari sepanjang Januari 2019.

 

Namun, pasien yang menjalani perawatan inap (dirawat) sebanyak 32 jiwa. Terdiri dari sembilan anak-anak dan 23 jiwa dewasa.

 

“Kami akan terus lakukan yang terbaik demi kesembuhan pasien, dan semoga tidak ada lagi pasien yang bertambah setiap harinya,” tutup Hadi. (san)