DISKUSI: Komisioner KPU Kota Depok bersama peserta saat melauncing program Ngemil di kantor Sekretariat KPU Kota Depok, Jalan Kartini Raya Nomor 19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Foto : RICKY/RADAR DEPOK
DISKUSI: Komisioner KPU Kota Depok bersama peserta saat melauncing program Ngemil di kantor Sekretariat KPU Kota Depok, Jalan Kartini Raya Nomor 19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Foto : RICKY/RADAR DEPOK

DEPOK – Demi menciptakan iklim demokrasi yang positif pada Pemilu 2019, KPU Kota Depok membuat terobosan baru. Seperti, Rabu (23/1) lembaga yang dipimpin Nana Shobarna ini melauncing program Ngobrolin Pemilu (Ngemil) di kantor Sekretariat KPU Kota Depok, Jalan Kartini Raya Nomor 19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas.

Untuk ‘Ngemil’ perdana, KPU mengambil tema ‘Pemungutan dan Penghitungan Suara di Pemilu Serentak tahun 2019’ dengan menghadirkan narasumber Kholil Pasaribu, yang menjabat sebagai Komisoner KPU Kota Depok yang juga Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Depok.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah yang konstruktif bagi perkembangan iklim demokrasi di Kota Depok. Alhamdulillah sesuai dengan rencana, hari ini kami dapat me-launching program ‘Ngemil’ atau Ngobrolin Pemilu,” tutur Nana Shobarna kepada Radar Depok.

Nana melanjutkan, perhelatan Pemilu tinggal 84 hari lagi, selain gunakan waktu untuk mempersiapkan logistik, KPU juga manfaatkan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat, terutama penyelenggara adhock PPK/PPS tentang pemungutan dan pemungutan suara di TPS.

“Pesertanya tadi dari PPK dan PPS, tapi masyarakat umum juga boleh hadir di kegiatan Ngemil ini,” kata Nana.

Ia berharap kepada semua penyelenggara di bawah, PPK dan PPS terus merapatkan barisan, meningkatkan soliditas dan kekompakan tim serta kuasai regulasi agar pelaksanaan Pemilu dapat terlaksana dengan lancar.

Sehingga, Nana menambahkan, target pelaksanaan pemilu di Kota Depok ‘three zero’ : zero complaint, zero dispute and zero PSU/ tidak ada komplain, tidak ada sengketa dan tidak ada pemungutan suara ulang/psu dapat terwujud.

“Kegiatan ini rutin akan dilaksanakan dalam beberapa waktu kedepan, tunggu saja sesi selanjutnya akan digelar dimana dan tempatnya dimana,” pungkasnya. (cky)