Foto : SANI/RADAR DEPOK KEBERSAMAAN: Para agency di Indonesia menghadiri kegiatan Raker K12 Plus di Wisma Kompas, Pacet, Cipanas.
Foto : SANI/RADAR DEPOK
KEBERSAMAAN: Para agency di Indonesia menghadiri kegiatan Raker K12 Plus di Wisma Kompas, Pacet, Cipanas.

DEPOK–Keberadaan media digital sudah sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Salah satunya, perpindahan sikap dari membaca menggunakan kertas (koran) kini melalui e-paper. Perubahan ini menjadi sorotan para agency media cetak, khususnya Jabodetabek.

Menurut GM Litbang Harian Kompas, Titus Kitot. Para agency harus siap menghadapi era digitalisasi tersebut. Salah satu caranya melalui pendekatan smartphone. Dimana, alat canggih tersebut tetap dapat membantu para agen melayani pelanggan secara online.

Walaupun terbilang cukup sulit, Titus menginginkan pemilik agency diberikan pelatihan. Baik penggunaan teknologi dan sistem penerbitan menggunakan media digitalisasi tersebut.

“Agen harus mengetahui dulu apa itu e-paper, lalu arahkan cara transaksi dengan pelanggan melalui gawai. Jadi, mereka bukan hanya agency media cetak, tapi juga berbasis digital,” kata Titus kepada Radar Depok.

Kini pemilik agen media cetak sudah mulai ditinggalkan pelanggan setia. Dengan begitu, ekonomi para agen pun mulai jauh merosot. Kekhawatiran hilangnya pelanggan itulah, yang menjadi poin utama adanya Rapat Kerja 12 Plus, di Wisma Kompas, Cipanas.

Di lokasi yang sama, Manajer Pemasaran Radar Depok, Supriyatno menjelaskan, keberadaan media cetak di Indonesia tidak akan pernah punah, walaupun hadir ditengah-tengah media online. Sebab, keunggulan media cetak diantaranya, akurat dan mendalam dalam segi pemberitaan. “Media cetak masih akan eksis, kami harus tetap optimis tidak akan punah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua K12 Plus, Awan Setiawan menuturkan, tujuan diadakan raker untuk silaturahmi antar agen media cetak. Sekaligus menjalin kerjasama dengan penerbit media cetak nasional maupun lokal. “Melalui organisasi ini kami akan terus mempererat silaturahmi dengan penerbit dan kerjasama antara sesama profesi,” tuturnya.

K12 Plus adalah organisasi yg dipelopori oleh agen-agen besar media cetak sekitar 20 tahun lalu. Dimana, awalnya hanya beranggota 12 agen media cetak se-Jabodetabek. Seiring berjalan waktu jumlah penerbitan semakin berkembang dengan segala masalah yang semakin besar.

Saat ini memiliki anggota menjadi 23 Agen. Prestasi yang diperankan oleh K12 Plus, hubungan antar peberbit berkembang bukan saja di Jakarta tapi hingga Pulau Jawa. “Ada di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya,” tutup Awan. (San)