PENGERUKAN TANAH : Pekerja mengunnakan alat berat untuk mengeruk tanah di kawasan proyek Tol Desari, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Selasa (21/1). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PENGERUKAN TANAH : Pekerja mengunnakan alat berat untuk mengeruk tanah di kawasan proyek Tol Desari, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Selasa (21/1). Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

Truk Tanah Desari Meresahkan

DEPOK-Truk tanah yang hilir mudik melintasi Jalan Raya Cipayung, Cipayung hingga Jalan Raya Krukut, Limo mulai dipermasalahkan pengguna jalan dan khalayak setempat. Jalan licin, membuat macet, supir ugal-ugalan dan nonstop 24 jam beroperasi dinilai mengganggu aktifitas warga. Parahnya lagi, puluhan truk pengangkut tanah pembangunan Tol Depok-Antasari (Desari) tersebut, belum ada kajian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Depok.

Pengendara ojek pangkalan di kawasan perempatan hek Cipayung, Mahmudi menjelaskan, hilir mudiknya truk muatan tanah tersebut mengakibatkan ruas Jalan Raya Cipayung macet. Sebab tak sedikit truk tersebut minggir dipinggir jalan untuk bergantian dengan truk arah sebaliknya. Tak hanya itu, material tanah yang kerap jatuh juga membuat jalan berdebu saat panas dan berlumpur tanah ketika hujan turun.

Menurutnya, selama 24 jam mereka terus bolak-balik, ini sudah  sudah lama. Apalagi kalau pagi pas jam kerja, macetnya sampai pertigaan Serong. “Begitu juga ke arah Jalan Citayam dari hek Cipayung sini. Bikin resah,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, pengguna jalan, Reza Andreansyah menegaskan, seharusnya ada jam tertentu untuk melakukan aktifitas pembuangan tanah merah yang diangkut truk dari hek Cipayung sampai pembangunan Tol Desari di Limo.

“Sudah beberapa waktu dari kemarin, saya kalau berangkat kerja harus sedikit lebih pagi. Karena arah Citayam juga macet di pertigaan jalan keluar sana,” jelasnya.

Warga memang meminta untuk ada pengaturan waktu pembuangan tanah merah tersebut. Misalkan dari pukul 20:00-05:00 WIB, termasuk di hari libur sabtu dan minggu. Hal ini untuk menghindari kemacetan yang ditimbulkan akibat banyaknya jumlah kendaraan pengangkut tanah tersebut. “Sudah membuat macet, sopirnya juga ugal-ugalan. Pernah kejadian truk nyemplung ke kali,” terang pria yang  berdomisili di Pelangi Residence Jalan Cipayung Raya.

Menimpali hal ini, Kepala Dishub Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, belum ada kajian yang dikeluarkan Dishub Kota Depok. Pihaknya juga mengaku belum mengecek lapangan. “Nanti kita cek ke lapangan, karena belum ada rekomendasi apapun yang kita keluarkan,” tegas Dadang.

Guna mengurai kemacetan di lapangan Dishub akan menerjunkan petugas kepalangan,  “Kita coba turunkan petugas,” ujar Dadang.

Dari pantau Radar Depok dilapangan, pengerukan lahan ada di dua titik yang lokasinya berdampingan di hek Cipayung. Kurang lebih 50 truk secara bergantian melakukan pembuangan tanah merah tersebut, dibantu 2 beko.

Puluhan truk tersebut selepas ambil tanah kemudian menuju Jalan Mampang hingga terus sampai Jalan raya Grogol hingga Jalan Krukut.(cr2)