USAHA PENCARIAN: Sejumlah anak sedang dimintai keterangan oleh tim evakuasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, yang dibantu tim Tagana, polisi, PMI, dan warga, dalam mencari korban hanyut di sungai Ciliwung, kemarin (24/1). Foto : ARNET/RADARDEPOK
USAHA PENCARIAN: Sejumlah anak sedang dimintai keterangan oleh tim evakuasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, yang dibantu tim Tagana, polisi, PMI, dan warga, dalam mencari korban hanyut di sungai Ciliwung, kemarin (24/1). Foto : ARNET/RADARDEPOK

DEPOK – Nasib naas menimpa Pandi (14), warga Sugutamu RT04/RW22 Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Ia dinyatakan hilang, Kamis (24/1) usai terseret arus sungai Ciliwung saat bermain bersama lima orang temannya. Yaitu, Surya (9), Raka (11), Marcel (10), Gilang, dan Pandu.

Penuturan saksi menyebutkan, sekitar pukul 14.00 dengan cuaca mendung enam bocah tersebut berenang di pinggiran sungai Ciliwung yang melintasi kawasan perumahan elit Pesona Khayangan. Mereka berenang sambil bermain lempar bola secara bergantian. Hingga akhirnya bola terlempar ke arah tengah sungai.

“Pandi ambil bola ke tengah sungai, tiba-tiba dia minta tolong karena keseret. Kita semua coba bantu dia, ada juga tadi yang mancing bantu, tapi Pandi tetap ke bawa arus,” ungkap Surya kepada Radar Depok yang ditemui di lokasi.

Mengetahui kejadian ini, sejumlah petugas berdatangan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, yang dibantu tim Tagana, polisi, PMI, dan warga, melakukan pencarian korban. Bahkan menerjunkan perahu karet.

Pantauan di lapangan, saking derasnya air sungai menyebabkan dayung patah. Petugas pun langsung memetakan pencarian di tiga titik, mulai dari lokasi hanyut, jembatan masuk Pesona Khayangan, dan jembatan Jalan Juanda. Hingga berita ini ditulis korban belum juga ditemukan.

Pada pukul 19.00 pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan esok hari, sambil menunggu arus dan ketinggian air Ciliwung menurun.

“TKP cukup curam. Anak-anak itu memang sering mengambil buah di sini, habis itu mereka berenang. Tapi kalau ketahuan security mereka diusir,” kata Kapolsek Sukmajaya, Ign Bronet kepada wartawan.

Bronet menyebutkan, pihaknya belum bisa memberikan informasi Pandi sebagai korban, sebab masih dalam pencarian tim SAR. Atas kejadian ini, ia mengingatkan para orang tua dimana pun agar tetap mengawasi anak-anaknya dengan baik. Karena saat ini cuaca sangat tidak menentu.

“Belum bisa kita bilang korban soalnya masih pencarian. Orang tua wajib mengawasi anaknya secara ekstra apalagi yang rumahnya sekitar Ciliwung, arusnya kencang tidak bisa diprediksi dan diketahui makanya jaga baik-baik anaknya,” tandas Bronet di TKP. (Cr2)