DEPOK–Meningkatnya jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Depok medio November 2018-Januari 2019, mesti tetap diwaspadai. Dipastikan, jumlah penderita akan terus mengalami kenaikan hingga Maret 2019.

Pakar Kesehatan Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, tren penyakit DBD berada pada rentang November hingga Maret. Di Indonesia pada bulan-bulan tersebut berada di musim hujan, dan mulai bermunculan wabah penyakit salah satunya DBD.

“Memang pasti meningkat penderita DBD di November sampai Maret, karena musim hujan, siklusnya seperti itu,” kata Miko kepada Harian Radar Depok, Kamis (24/1).

Namun, dia belum dapat memastikan apakah Kota Depok masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) atau tidak. Menurut Miko, suatu daerah masuk kategori KLB, dapat dilihat berdasarkan periode lima tahun sebelumnya.

“Pada 2016 sebanyak 19 Provinsi masuk kategori KLB karena jumlah penderita sangat banyak. Bisa dipastikan KLB selanjutnya di 2020 atau 2021 jika tidak ditangani dengan serius oleh pemerintah,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Depok, pada 2016 penderita DB sebanyak 2.834 jiwa, 2017 menurun di angka 535 jiwa, namun pada 2018 mengalami kenaikan kembali menjadi 892 jiwa. Dan pada data per-23 Januari 2019 sebanyak 187 jiwa.

“Depok harus siaga menghadapi kasus tahunan ini, saat di April-Oktober tren penderita DBD akan menurun karena Indonesia sedang di musim kemarau saat itu,” tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Hafid Nasir meminta kepada Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan peran serta Kader PKK, Jumantik, dan Posyandu di lingkungan masyarakat. Salah satunya, bersama-sama melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Bisa dengan fogging, lebih memperhatikan jentik-jentik nyamuk di genangan air, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna meminta, kepada seluruh rumah sakit negeri dan swasta dan Puskesmas untuk bersiaga menangani pencegahan DBD. Agar angka penderita DBD di Kota Depok dapat menurun.

“Kami akan segera turunkan tim untuk melakukan fogging ke wilayah yang dominan penderita DBD, mengecek daerah yang sering tergenang, dan kerja bakti bersama warga mengurangi jumlah sampah,” tutup Pradi. (san)