TINJAU : MOD RSUD Kota Depok, Stya Hadi Saputra melihat kondisi pasien demam berdarah di RSUD Kota Depok, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK
TINJAU : MOD RSUD Kota Depok, Stya Hadi Saputra melihat kondisi pasien demam berdarah di RSUD Kota Depok, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK

DEPOK–Mudah-mudahan jangan ada yang meninggal ya. Ini jelas sudah mengkhawatirkan. Kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok mencatat ada 187 jiwa yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Rinciannya, asli warga Depok 133 jiwa sementara luar Depok 54 jiwa.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, berdasarkan data di 2018 sebanyak 892 warga Depok terjangkit penyakit DBD. Terlihat grafik selama satu tahun tersebut mengalami fluktuatif. Terhitung November 2018 sebanyak 121 pasien, Desember 2018 ada 46 pasien, dan Januari 2019 naik menjadi 133 jiwa asal Depok, luar Depok 54 jiwa.

“Artinya kesadaraan dalam diri kita masing-masing yang masih kurang terhadap kebersihan lingkungan,” kata Novarita kepada Radar Depok, Rabu (23/1).

Dia menyebut, dengan meningkatnya jumlah pasien DBD. Kota Depok masuk dalam status siaga. Sebab, Walikota Depok sudah memberikan surat edaran ke rumah sakit, Camat, Lurah, dan masyarakat untuk segera melakukan pencegahan. “Ya statusnya memang siaga karena adanya peningkatan jumlah pasien,” jelasnya.

Menurut Novarita, wabah DBD dapat dicegah dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan PSN di lingkungan masing-masing. Dia menginginkan adanya pergerakan dari satuan RT dan RW untuk mengajak masyarakat menjaga kebersiha lingkungan.

“Kalau misalnya warga sadar lingkungan kasus ini tidak akan melonjak naik, logikanya seperti itu. Jadi intinya ada pada diri kita sendiri untuk kesadaran lingkungan,” tegasnya.

Saat ini Novarita mengungkapkan, sejumlah rumah sakit di Kota Depok sudah sulit menampung pasien penderita DBD. Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. “Kami akan tetap layani pasien sesuai dengan prosedurnya,” terang Novarita.

Terpisah, Manager On Duty RSUD Kota Depok, Stya Hadi Saputra mengatakan, RSUD Kota Depok terus melakukan penanganan kepada pasien yang mengalami gangguan kesehatan, salah satunya penyakit demam berdarah. Tercatat, RSUD Kota Depok telah melakukan penanganan penyakit demam berdarah sebanyak 142 pasien.

“142 pasien merupakan jumlah yang tercatat hingga kemarin,” ujar Hadi kepada Radar Depok, kemarin.

Hadi menjelaskan, hingga kemarin, RSUD Kota Depok melakukan perawatan kepada pasien penderita demam berdarah sebanyak 16 pasien. Jumlah tersebut meliputi sepuluh pasien dewasa dan enam pasien anak yang dirawat di beberapa kelas pelayanan.

Untuk membantu penanganan penyembuhan pasien, lanjut Hadi RSUD kota Depok melakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur. Pasien yang datang akan dilakukan penanganan di UGD untuk dilakukan pemeriksaan, apabila pasien diperlukan rawat inap. Pasien tersebut akan diberikan ruang rawat inap, yang sebelumnya telah berkonsultasi dengan dokter spesialis.

“Pasien yang rawat inap akan sepenuhnya akan ditangani dokter penanggung jawab pasien hingga kesembuhan,” terang Hadi.

Masih ditempat yang sama, Kasi Rawat Inap dan Rawat Jalan RSUD Kota Depok, Ade Hendri mengungkapkan, utilitas lantai enam RSUD Kota Depok sebanyak 50 tempat tidur yang disesuaikan dengan sumber daya manusia keperawatan. Untuk shift pagi sebanyak lima perawat berjaga, shift sore empat perawat, dan malam tiga perawat.

“Hasil evaluasi tingkat kerisian tempat tidur dari Juli hingga Desember 2018 mencapai 80 persen keterisian tempat tidur,” ucap Ade.

Ade menuturkan, dari jumlah pasien dan perawat jaga memiliki perbandingan satu perawat melakukan penanganan sepuluh pasien. Namun, apabila shift malam satu perawat jaga harus menangani hingga 13 pasien. Mengingat jumlah perawat dengan perbandingan pasien, RSUD Kota Depok berusaha memikirkan keselamatan pasien untuk dapat terawasi dengan baik.(san/dic)