PENINGKATAN MUTU: Panitia dan sejumlah peserta uji kompetensi berbasis SKKNI di SMK An Nur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK
PENINGKATAN MUTU: Panitia dan sejumlah peserta uji kompetensi berbasis SKKNI di SMK An Nur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, kemarin. Foto : DICKY/RADARDEPOK

Meningkatkan mutu pendidikan di Kota Depok, perlu dilakukan dari kualitas tenaga pengajar atau guru. Sebanyak 35 tenaga pengajar yang berada di wilayah Kecamatan Sawangan dan Bojongsari, melakukan uji kompetensi berbasis SKKNI dengan skema pengelolaan usaha mikro disektor jasa bisnis dan manajemen.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Bertempat di SMK An Nur, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, dilakukan uji kompetensi yang diikuti sejumlah guru SMK di Kota Depok. Dengan semangat peserta uji kompetensi mengikuti setiap materi yang diberikan narasumber.

Ditengah kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana, Kadri Imbali mengatakan, uji kompetensi berbasis SKKNI berskema pengelolaan usaha mikro. Tujuannya untuk peningkatan kemampuan guru SMK swasta di Kota Depok, khususnya wilayah Kecamatan Sawangan dan Bojongsari.

“Sebanyak 35 guru atau tenaga pengajar mengikuti kegiatan uji kompetensi,” ujar Kadri kepada Radar Depok, kemarin.

Kadri menjelaskan, uji kompetensi berbasisi SKKNI mendapat pengawasan KCD wilayah II Provinsi Jawa Barat. Uji komptensi menyasar untuk mendapatkan hasil pencapaian standar kompetensi kerja nasional Indonesia. Uji kompetensi berbasis SKKNI akan dilaksanakan dari 22 – 24 Januari 2019. Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan diberikan materi dan pada hari terakhir akan dilakukan pengujian peserta.

Ditempat yang sama, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pemasaran Kota Depok, Raminan mengapresasi uji komptensi terhadap guru SMK swasta. Menurutnya, untuk mencetak siswa berkwalitas, guru harus diuji untuk diberikan sertifikasi. Dengan adanya uji komptensi tersebut, diharapkan dapat memajukan guru dan siswa yang berkualitas.

“Mempraktikan ilmunya dalam pemasaran, siswa tidak lagi secara offline namun sudah online,” tutup Raminan. (*)