Foto : ARNET/RADARDEPOK : TES : Seorang ibu sedang melewati materi pembekalan safety riding yang diberikan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok bersama dengan Yamaha serta warga Cluster Azalea RW 03, di Kawasan Grand Depok City (GDC), Cilodong, Depok. Minggu (19/1)
Foto : ARNET/RADARDEPOK :
TES : Seorang ibu sedang melewati materi pembekalan safety riding yang diberikan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok bersama dengan Yamaha serta warga Cluster Azalea RW 03, di Kawasan Grand Depok City (GDC), Cilodong, Depok. Minggu (19/1)

DEPOK-Keamanan berkendara motor menjadi perhatian serius, apalagi pengguna kendaraan roda dua. Sebagai wadah nasional, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok gencar melakukan pembinaan safety riding ke semua khalayak. Namun kali ini mereka menggarap sejumlah ibu-ibu yang bermukim di Cluster Azalea, kawasan Grand Depok City (GDC), Jalan Boluvard Raya, Cilodong.

“Cara mengendarai ibu-ibu menjadi masalah di masyarakat luas. Itu menjadi dasar kami gelar safety riding untuk ibu-ibu, agar pandangan masyarakat dapat dipatahkan kalau ibu-ibu justru bisa jadi pelopor keamanan berkendara,” terang Ketua IMI Kota Depok, Teddy MH Sianipar kepada Harian Radar Depok usai safety riding.

Bekerjasama dengan Yamaha, IMI menggarap sabanyak 20 orang ibu-ibu guna menjadi pelopor kesalamatan. Teddy menjelaskan lebih lanjut, memilih ibu-ibu juga miliki alasan lain, faktor sosok ibu menjadi jalan menyebarkan virus safety riding secara efektif ke semua lini usia.

Power Of Emak-emak yang kita gunakan, kalau ibunya sudah disiplin pastinya mereka akan merintahkan suami, anak-anaknya, bahkan sampai keponakannya untuk selalu aman dalam berkendara,” ungkap Teddy.

IMI memang konsisten dan komitmen melakukan sejumlah giat pengetahuan keamanan berkendara, beberapa lokasi di singgahi mereka, seperti sekolah SMA Kasih Depok yang berada di kawasan Jalan Pemuda, setelah ini mereka akan menyinggahi wilayah Sawangan.

“Kami berikan pembekalan materi berupa pengereman, berbelok pake kerucut, sama halnya seperti tes praktek saat pembuatan SIM,” tambahnya.

Ketua RW3 Cluster Azalea, Wahyu menuturkan, kegiatan positif seperti ini memang harus terus digaungkan, penting karena banyak ibu-ibu zaman sekarang menggunakan motor dan wajib untuk dibekali pengetahuan dalam berkendara dengan aman serta baik.

“Tepat bila sasarannya ibu-ibu dibekali safety riding, karena memang sekarang ini banyak ibu yang menggunakan motor untuk beraktifitas. Misalnya jemput anak sekolah, ke pasar atau pusat perbelanjaan, bahkan ada yang kerja pakai motor dalam jarak yang jauh,” kata Wahyu saat dikonfirmasi.

Wahyu juga menambahkan, kegiatan semacam ini sudah dilakukan dua kali sebelumnya pada februari tahun 2011. Ternyata setelah mendapat pembekalan, masih banyak kesalahan dalam mengendarai motor yang baik untuk keselamatan serta berlalu lintas.

“Misalnya tentang cara pengereman, meminimalisir resiko kecelakaan, dan trik cara menghindari atau mengurangi resiko di jalan,” tambahnya.(cr2)