Foto : DICKY/RADAR DEPOK SOSIAL: Para penggiat Gaserbu saat melakukan aksi sosial ke salah satu panti asuhan di kawasan Kecamatan Bojongsari.
Foto : DICKY/RADAR DEPOK
SOSIAL: Para penggiat Gaserbu saat melakukan aksi sosial ke salah satu panti asuhan di kawasan Kecamatan Bojongsari.

BOJONGSARI – Gerakan Sedekah Sepuluh Ribu (Gaserbu) yang dilakukan warga Kecamatan Sawangan dan Bojongsari adalah aksi sosial yang digaungkan sebagai bentuk kepedulian yang berawal dari rasa empati terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Penggagas Gaserbu, Eis Rahmawati mengatakan, melalui Program Gaserbu, diadakan roadshow ke beberapa tempat, seperti panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren mualaf, dan rumah tahfidz. Tidak hanya itu saja, ada juga Gaserbu untuk program Warung Subuh untuk mereka yang berjalan-jalan di Taman Melatih Pengasinan dan Telaga Golf.

“Kewajiban kita sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial adalah peduli dengan orang sekitar, karena di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan perhatian,” ucapnya kepada Radar Depok.

Rahma menuturkan, ada juga program untuk mengisi di masjid-masjid yang ada di kawasan Kecamatan Sawangan dan Bojongsari, termasuk masjid yang masih berada di perkampungan. Program lainnya, adalah Gaserbu Peduli, dimana untuk program ini adalah aktif dalam melakukan penggalangan donasi untuk orang yang terkena musibah dimana dan kapan pun. Seperti yang terakhir dilakukan adalah penggalangan donasi korban Tsunami Selat Sunda.

“Kami ingin menggerakan banyak orang untuk mau menyusihkan rejekinya untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan. Dengan mengeluarkan Rp10 ribu, tetapi bisa membantu orang dan membuatnya bahagia,” terangnya. (dic)