ADARA FOR RADARA DEPOK BERJUANG: Perempuan Al-Quds terus berjuang menjaga kesucian Al-Quds dan tanah air mereka dari penjajahan zionis Israel.
ADARA FOR RADARA DEPOK
BERJUANG: Perempuan Al-Quds terus berjuang menjaga kesucian Al-Quds dan tanah air mereka dari penjajahan zionis Israel.

 

JAKARTA – Adara Relief International mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, untuk mendukung gerakan #kitasemuamaryam #weareallmary #weareallmaryam كلنا_مريم# yang akan digaungkan di seluruh penjuru dunia, pada 28 Januari hingga 8 Maret 2019.

Gerakan ini merupakan bentuk solidaritas dukungan terhadap perempuan Al-Quds, yang telah banyak mengalami penderitaan selama menjaga kesucian Al-Quds dan tanah air mereka dari penjajahan zionis Israel.

“Konsekuensi perjuangan mereka amat berat dan membutuhkan ketegaran luar biasa seperti ditahan, dipisahkan dari keluarga dan anak-anak, rumah dirampas dan dihancurkan, dilarang memasuki kota tempat tinggal, bahkan mereka dilarang memasuki masjid Al Aqsha,” ungkap Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani kepada Radar Depok.

Nurjanah menilai, mereka layaknya Ibunda Maryam yang sepanjang hidupnya dinisbahkan untuk menjaga Baitul Maqdis. Terusir dari dengan cara yang zalim, namun cinta dan khidmatnya untuk Al-Quds tak bergeming. “Adara percaya, bahwa terciptanya perdamaian dunia dimulai dari terciptanya perdamaian Al Quds. Oleh karenanya gerakan ini dapat menjadi salah satu langkah penting untuk hal tersebut,” tegas Nurjanah.

Maka itu, Adara bersama Lembaga Kebudayaan Internasional Al-Quds (UKEAD) yang memprakarsai gerakan #weareallmary #weareallmaryam كلنا_مريم# #kitasemuamaryam mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan penuh terhadap gerakan ini.         “Sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap penderitaan yang dialami perempuan Al-Quds,” kata Nurjanah.

Bentuk dukungan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, meramaikan dunia media sosial yang kita miliki dengan hashtag #kitasemuamaryam #weareallmary #weareallmaryam كلنا_مريم#  #kitasemuamaryam. Membuat video singkat penyataan dukungan dari lembaga atau pribadi dan diposting ke media sosial. Mengajak dan melakukan sosialisasi tentang gerakan ini ke seluruh masyarakat agar ikut memberikan dukungan. Memberikan dukungan, baik moril ataupun materiil terhadap kemerdekaan Palestina.

“Sekecil apapun kontribusi yang kita berikan sesungguhnya menjadi kekuatan bagi perempuan di Al-Quds. Mereka adalah kita, kita adalah mereka. Karena kita semua Maryam,” pungkas Nurjanah. (gun)