IPSI KECAMATAN CINERE/RADAR DEPOK KOMPAK : Puluhan pesilat dari tujuh perguruan dan sanggar silat se-Kecamatan Cinere berlatih jurus tunggal pada sesi latihan gabungan yang berlangsung Minggu (27/1).
IPSI KECAMATAN CINERE/RADAR DEPOK
KOMPAK : Puluhan pesilat dari tujuh perguruan dan sanggar silat se-Kecamatan Cinere berlatih jurus tunggal pada sesi latihan gabungan yang berlangsung Minggu (27/1).

 

DEPOK – Puluhan pesilat muda berlatih bersama di GOR Padepokan Perguruan Perisai Diri, Jalan Haji Jamhur, Gandul, Minggu (27/1). Mereka adalah pesilat-pesilat kebanggan dari tujuh perguruan dan sanggar silat dibawah naungan Pengurus Kecamatan IPSI Kecamatan Cinere.

Ketujuh perguruan dan sanggar tersebut ialah perguruan Porsigal, Perisai Diri, dan Pusaka Djakarta. Serta dari Sanggar silat Saung Dji’ih, Satria Betawi, Beksi Kembang Janur dan Persilatan Akal Koplek Betawi(PAKB).

Ketua Pengurus IPSI Kecamatan Cinere, Asor Kalimaini menjelaskan, latihan gabungan (Latgab) digelar sebagai ajang silaturahmi antar perguruan se-Kecamatan Cinere. “Kami ingin merangkul seluruh perguruan pencak silat di Kecamatan Cinere. Baik perguruan silat prestasi, maupun silat tradisi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Aska ini, kepada Harian Radar Depok, Senin (28/1).

Selain silaturahmi, Aska mensosialisasikan peluang prestasi bagi pesilat yang bina para perguruan. Terutama dalam menghadapi agenda Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) 2019. “Kami sampaikan bahwa akan ada seleksi Popwilda. Bagi perguruan tradisi yang ingin berpartisipasi, bisa mendaftarkan pesilatnya melalui jalur pengurus Kecamatan,” papar Aska.

Menurut dia, prestasi sangatlah penting bagi pesilat. Dan setiap perguruan, yang manapun itu, tidak berhak menghalangi siswanya meraih prestasi. “Apalagi untuk pelajar. Prestasi mereka tidak hanya penting untuk jenjang karirnya sebagai atlet, perlu juga untuk keperluan akademiknya. Memanfaatkan jalur prestasi untuk sekolah,” ucap ketua perguruanPendidikan Olahraga Silat Indah Garuda Loncat (Porsigal)Cinere tersebut.

Aska berniat menjadikan latihan gabungan sebagai agenda rutin Pengurus Kecamatan. “Paling tidak sebulan sekali. Agar para pesilat bisa saling mengenal, dan memiliki kesempatan mengasah kemampuannya bersama-sama,” imbuh Aska. (mg2)