Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK BERBAHAYA : Warga saat melintas di Jembatan Kuning yang menghubungkan Kecamatan Cilodong, dan Kecamatan Cipayung, kemarin. Kondisi jembatan yang sudah goyang tersebut saat ini sudah mengkhawatirkan jika dilalui.

DEPOK-Sudah dua kali Pembangunan Jembatan Kuning gagal dilelang. Alasannya, perbaikan jembatan di RW4, Kelurahan Kalimulya, Cilodong ini tidak ada yang mendaftar. Ditambah lagi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan jembatan tersebut masih layak. Jadi, keselamatan pengguna jembatan tidak terjamin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Depok, Manto Djorghi mengungkapkan, jembatan sudah dilelang dua kali, tapi selalu gagal. “Pada Tahun Anggaran 2018 sudah dilakukan lelang sebanyak 2 kali. Namun, tidak ada yang mendaftar, sehingga dianggap gagal lelang,” kata Manto kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia juga menerangkan, Jembatan Kuning akan diusulkan ke Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2019 ini. Namun, setelah di survey unsur Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Jawa Barat, kondisinya dianggap masih bagus dan layak digunakan. “Sudah diusulkan lagi, untuk tahun 2019 ke pusat, tapi katanya seletah di cek masih bagus,” kata Manto.

Berdasarkan fakta dilapangan yang ternyata Jembatan Kuning sudah goyang, yang rentan sekali terjadi kecelakaan. Karena setiap hari sejak 21 tahun lalu jembatan kuning sudah menahan berat hingga ratusan kilogram.

Saat ditanya siapa yang menjamin jembatan tersebut masih bagus, Manto angkat tangan. Belum lagi jaminan kecelakaan jika terjadi kecelakaan di Jembatan Kuning. “Silahkan konfirmasi ke P2JN, karena jembatan gantung yang melintas di Ciliwung kewenangan pusat,” tegas Manto.

Di ketahui sebelumnya, kondisi Jembatan Kuning, tidak seperti jembatan lain yang ada di Kecamatan Cilodong, seperti Jembatan Oren (Jingga), dan Jembatan Biru penghubung antara Kabupaten Bogor, dan Kota Depok yang kokoh. Kondisi berkarat, menjadi pandangan pertama ketika memasuki Jembatan Kuning, belum lagi baut penghubung antara, plat baja, dengan tiang besi banyak yang hilang.

Saat melintas, warga dibuat seperti jantung mau copot. Betapa tidak, jembatan dengan panjang 61 meter, dan lebar 1,5 meter itu goyang saat dilintasi. Warga Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Sanah mengatakan, memang hampir setiap hari melintas di Jembatan Kuning. “Sekarang sudah goyang, karena banyak Ikatan Angin/Brancing yang putus sehingga tidak ada penahan, sehingga jembatan mudah goyang,” kata Sanah.

Menurutnya, bagi yang terbiasa mungkin dengan santai berjalan di Jembatan Kuning. Tapi bagi yang tidak biasa, atau pertama kali lewat jembatan Kuning mungkin harus sangat berhati-hati, karena tetap harus menjaga keseimbangan saat melintas. “Kalau sudah biasa mah enak, tapi kan kita juga harus waspada, karena jembatan sudah berusia 21 tahun, belum ada perbaikan,” beber Sanah.
Sementara, Ketua RW4 Kelurahan Kalimulya, Mardan mengatakan, Jembatan Kuning tidak pernah diperhatikan pemerintah sejak dibangun tahun 1998 lalu. Dia mengatakan, saat ini kondisi jembatan memang butuh perbaikan.
Karena sudah banyak baut yang hilang, ikatan angin yang putus, dan plat baja alas jembatan yang bolong. “Kalau minta diperbaiki dan dibangun ulang mah sudah lama, sudah enggak terhitung. Yang terakhir ya pas Musrenbang tahun 2018 lalu. Tapi karena sekarang gagal jadi enggak tahu gimana,” ujarnya.(rub)