PENJELASAN: Ketua K3SD Kecamatan Sawangan, Suparman sedang menjelaskaan tentang penerapan absen finger print kepada operator SD Negeri se-Kecamatan Sawangan. Foto : DICKY/RADAR DEPOK
PENJELASAN: Ketua K3SD Kecamatan Sawangan, Suparman sedang menjelaskaan tentang penerapan absen finger print kepada operator SD Negeri se-Kecamatan Sawangan. Foto : DICKY/RADAR DEPOK

SAWANGAN – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Sawangan mengadakan sosialisasi tentang absen finger print yang nantinya akan berlaku untuk seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SD di Kota Depok. Dalam sosialisasi tersebut, diikuti oleh operator SD dan beberapa kepala SD negeri se-Kecamatan Sawangan.

Ketua K3SD Kecamatan Sawangan, Suparman mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatannya rencananya absen finger print akan diterapkan di bulan Februari 2019. Berdasarkan kesepakatannya, absen tersebut akan berlaku sedari pukul 07.00 WIB untuk kedatangan, dan pukul 14.00 WIB untuk waktu pulang.

“ASN di lingkungan pendidikan di Kecamatan Sawangan ada 232 orang, sedangkan yang honorer ada 117 guru. Jadi, totalnya ada 349 guru di Kecamatan Sawangan,” ucapnya kepada Radar Depok.

Di Kecamatan Sawangan terdapat 22 SD Negeri, dan penerapan absen finger print tersebut akan berlaku untuk guru berstatus ASN ataupun honorer. Alat untuk absen finger print tersebut, sudah diserahkan ketiap sekolah, untuk mulai dipasang, dan akan terkoneksi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Nantinya tentu akan berpengaruh pada data dipusat untuk kedisipilinan guru. Jika nantinya banyak waktu yang terlambat, tentunya akan berpengaruh pada sertifikasi guru,” katanya. (dic)