SAH: Indra Rusliawan (kiri) terpilih sebagai Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok menggantikan Wahid Syafruddin (kanan) untuk periode 2019-2021.Foto : SANI/RADAR DEPOK
SAH: Indra Rusliawan (kiri) terpilih sebagai Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok menggantikan Wahid Syafruddin (kanan) untuk periode 2019-2021. Foto : SANI/RADAR DEPOK

DEPOK – Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Depok resmi punya ketua baru. Bertempat di Aula Diskarpus Balaikota Depok, Indra Rusliawan terpilih sebagai ketua pengurus baru, mengungguli dua lawannya : Heri dan Indira saat voting. Artinya, Indra menjadi ketua periode 2019-2021.

“Saya ingin adanya ketua di masing-masing kecamatan, agar mudah berkoordinasi dan menggali potensi pelaku UMKM dengan melihat jenis-jenis barang dan jasa yang dibuat pengusaha,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Dia menerangkan, sekitar 1.500 pelaku UMKM, dan usaha mikro menjadi kelompok terbanyak. Hingga kini, hanya ada 4 kecamatan yang memiliki koordinator. Ke depan, Indra akan membentuk para koordinator di 11 kecamatan.

Selain itu, fokus penting dalam masa jabatannya ke depan akan memperbanyak pelatihan berbasis teknologi. Karena, sebagian besar, lanjut Indra, pelaku UMKM di Kota Depok masih terbilang minim pengetahuan teknologi. “Kami akan bekerjasama dengan mahasiswa UI dan Gunadarma untuk melatih pelaku UMKM dibidang teknologi,” jelasnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Fitriawan menyambut positif pemilihan Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok. Dia berharap, organisasi mitra tersebut, dapat mengakomodir kebutuhan para pelaku UMKM di Kota Depok. “Mudah-mudahan setelah ada pengurus baru, bisa merumuskan dan meneruskan program yang dibutuhkan para anggotanya,” ujarnya.

Fitriawan menyatakan kesiapannya, untuk meningkatkan koordinasi dengan Asosiasi UMKM Kota Depok. Khususnya pada pelaksanaan program dinas, seperti pelatihan, seminar, dan gelar produk atau bazzar. “Dengan sinergisitas yang semakin baik, mudah-mudahan berdampak positif pada penjualan produk-produk UMKM,” tutup Fitriawan. (san)