Tiga Oknum Brimob Divonis Lebih Lama

DEPOK-Tiga oknum anggota Brimob terdakwa pengeroyok anggota TNI hingga menewaskan Serda Darma Aji dan melukai Serda Nicolaus Boyvianus divonis lebih berat. Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Majelis Hakim yang di pimpin Ramon Wahyudi dengan hakim anggota Rosana Kesemu Hidayah dan Darmo Wibowo, menjatuhkan putusan lebih berat satu tahun penjara kepada tiga terdakwa.

Ketiga terdakwa yang berkasnya terpisah, yakni Bagoes Alamsyah Putra Umasugi divonis 15 tahun penjara, Iwan Mofu 13 tahun penjara, sedangkan Rahmat Setyawan sembilan tahun penjara.

“Ketiga terdakwa divonis lebih tinggi masing-masing satu tahun penjara dari tuntutan JPU. Sebelumnya mereka dituntut hukuman penjara 14, 12, dan 8 tahun penjara. Vonis jadi 15, 13, dan 9 tahun penjara,” kata Humas PN Depok, Nanang Herjunanto kepada Harian Radar Depok, Senin (21/1).

JPU Kejari Depok, AB Ramadhan dan Kozar Kertyasa, Majelis Hakim PN Depok menyatakan Bagoes, Iwan, dan Rahmat terbukti bersalah mengeroyok Darma hingga tewas dan Nicolaus hingga terluka.

Bagoes dijerat pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dan pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP, Iwan pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP dan pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP, sedangkan Rahmat dijerat pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP. “Majelis Hakim menyatakan ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pengeroyokan yang menewaskan Serda Darma Aji dan melukai Serda Nicolaus,” ujarnya.

Nanang menyebut, yang memberatkan terdakwa adalah karena perbuatannya meresahkan masyarakat, status mereka sebagai aparat, dan meninggalkan duka bagi keluarga korban. Sementara yang meringankan hukuman adalah karena dalam jalannya sidang mereka mengakui perbuatannya dan tidak berbelit-belit dalam memberi keterangan.

“Yang memberatkan karena perbuatan mereka meresahkan masyarakat, terdakwa merupakan aparat, dan perbuatannya meninggalkan duka bagi keluarga korban. Yang meringankan terdakwa berterus terang dalam memberi keterangan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Darma dan Nicolaus dikeroyok sejumlah oknum anggota Brimob di Billiard Al Diablo Jalan Raya Bogor, Cimanggis pada Kamis (7/6/2018) dini hari, lalu.

Nicolaus yang menderita luka tusuk di perut bagian kanan bawah namun berhasil selamat turut jadi saksi dalam sidang perdana yang digelar di PN Depok pada Rabu (24/10/2018).

Keduanya sempat dibawa ke RS Tugu Ibu untuk dirawat sebelum akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto tempat Darma dinyatakan meninggal oleh dokter. Letkol CKM dr Taufiq yang jadi saksi dalam sidang karena menangani Darma dan Nicolaus mengatakan, keduanya dalam keadaan sadar kala tiba di RSPAD Gatot Soebroto meski mengalami syok akibat luka tusuk.

Pada Jumat (8/6/2018) sekira pukul 13.15 WIB, Darma dinyatakan meninggal dan dimakamkan di kampung halamannya Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan setelah dilakukan upacara penghormatan terakhir. (rub)