KOMPAK: Anggota Komik Depok dalam acara di Taman Lembah Gurame, beberapa waktu lalu.
KOMPAK: Anggota Komik Depok dalam acara di Taman Lembah Gurame, beberapa waktu lalu.

IST

Mengenal Komunitas Komik Depok (1)

Memasuki dunia digital, Komik saat ini tidak lagi hanya bisa dinikmati di kertas, tapi Komik juga bisa memenuhi ruang digital lain, seperti media sosial sebagai bentuk kritik sosial.

Laporan: Rubiakto

Untuk menyalurkan hobi menggambar, dan mengkritik lewat gambar, Kota Depok memiliki komunitas untuk para komikus muda, yakni Komunitas Komik Depok.

Komunitas ini menjadi wadah untuk menunjukan kreatifitas dan bakat anak-anak muda dalam menggambar, terutama untuk menggambar komik strip.
“Awalnya saya ingin melihat seberapa banyak komikus di Depok, lalu kepikiran untuk membuat komunitas Komik Depok ini. Sekalian bisa nambah teman baru dan Sharing karya mereka disini,” kata Ketua Komik Depok, M. Hafiz Haris.
Ia mengaku kesulitan membangun komunitas ini akibat kurangnya info seputar keberadaan komikus yang ada di Kota Depok ini. Meski pun terbilang komunitas yang masih baru, Hafiz tetap optimis, komunitas ini dapat menciptakan komikus–komikus yang akan terkenal dan mengharumkan nama Kota Depok di kancah nasional bahkan internasional kedepannya.
Sampai sekarang komunitas ini sudah memiliki puluhan anggota aktif dan beberapa komikus yang memang sudah menjadi komikus besar. Anggotanya kerap terhubung lewat sosial media.
“Jadi kami selalu ngobrol – ngobrol dan  menuangkan ide di sosial media. Jika ada yang mau gabung juga bisa, yang penting punya passion menggambar komik dan punya akun sosial media,” lanjutnya.
Memang belum ada pertemuan resmi atau kegiatan yang dilakukan, tetapi ia berencana untuk mengadakan sebuah kegiatan bernama ‘Gasabar’ yaitu singkatan dari Gambar Santai Bareng.
Dia mengatakan, dari sekian jenis komik, Komik Strip tengah naik daun. Komik jenis ini adalah komik pendek yang biasanya terdiri dari tiga sampai lima panel dan alur ceritanya tidak bersambung.
Cerita yang diangkat dalam komik strip, kebanyakan (walau tidak melulu) adalah humor, romansa dan kisah-kisah humanis.
Saat ini geliat komik strip didukung juga oleh keberadaan sosial media seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Lewat platform tersebut, seniman komik strip bisa memamerkan karya mereka kepada publik. (*)