INOVASI BARU: Pemilik UMKM Dapur Bu Jiran, Puji Astuti menunjukkan hasil produksi miliknya di pameran UMKM Kota Depok, di Aula Perpusatakaan Kota Depok, kemarin (23/1). Foto : SANI/RADAR DEPOK
INOVASI BARU: Pemilik UMKM Dapur Bu Jiran, Puji Astuti menunjukkan hasil produksi miliknya di pameran UMKM Kota Depok, di Aula Perpusatakaan Kota Depok, kemarin (23/1). Foto : SANI/RADAR DEPOK

Keunggulan UMKM Dapur Bu Jiran (2)

Kreativitas tinggi sangat dibutuhkan dalam diri pelaku UMKM. Sebab, keuntungan mendasar dari unsur kreativitas adalah inovasi baru, dalam menghasilkan suatu produk. Seperti Puji Astuti, yang selalu berinovasi di UMKM Dapur Bu Jiran miliknya.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Depan aula Perpustakaan Kota Depok ramai, Rabu (23/1) dipenuhi pameran para pelaku UMKM Kota Depok. Salah satu yang menjajakan produk adalah Puji Astuti dengan Brandnya bernama Dapur Bu Jiran.

Di atas meja pamerannya, berisi berbagai jenis makanan. Ada kacang telur, kolang-kaling, dan tak ketinggalan cokelat tempenya. Namun, di antara jenis cemilan tersebut. Satu yang menarik perhatian pengunjung, yakni kue nastar, putri salju, dan kastengel.

Tidak seperti kue pada umumnya yang dibuat dengan tepung terigu. Cemilan yang ada hanya pada saat Lebaran itu semuanya diolah Puji dari olahan tempe. “Ya saya buat bahannya yang dicampur dengan tempe di dalamnya,” kata Puji Astuti.

Dia menjelaskan, cara pembuatan kue nastar miliknya tidak berbeda jauh dengan pada umumnya. Masih sama dengan menggunakan tepung terigu, telur, dan selai nanas untuk isi dalamnya.

Hanya saja, ditambahkan dengan sentuhan rasa kacang kedelai dari bahan tempe. Itu dilakukan Puji agar mainset masyarakat khususnya di Depok berubah, lebih menghargai keberadaan tempe. “Saya kesal kalau ada orang yang bilang makan tempe itu kuno tidak berkelas. Tapi alhamdulillah saat saya olah menjadi kue kering banyak yang suka,” ujarnya.

Berkat keahliannya mengubah jenis makanan yang familiar dengan olahan rasa tempe. Kini, tempe menjadi primadona bagi seluruh kalanagn. Dari anak-anak hingga dewasa ikut mencicipinya.

“Kalau dibuat kue kering kan juga mudah dibawa kemana-mana, tahan lama. Jadi tidak perlu lagi tempe ini disandingkan dengan nasi sebagai lauk,” paparnya.(bersambung)