Foto : RICKY/RADAR DEPOK SOSIALISASI: Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) Partai NasDem nomor urut 1, Lucky Hakim didampingi Caleg DPRD Jabar Dapil Jabar VIII (Kota Depok) Kota Bekasi Nomor Urut 11, Fitriani Sarah dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti saat workshop Barista Muda di RT02/05 Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere.
Foto : RICKY/RADAR DEPOK
SOSIALISASI: Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) Partai NasDem nomor urut 1, Lucky Hakim didampingi Caleg DPRD Jabar Dapil Jabar VIII (Kota Depok) Kota Bekasi Nomor Urut 11, Fitriani Sarah dan Ketua DPD Partai NasDem Kota Depok, Hutomo Agus Subekti saat workshop Barista Muda di RT02/05 Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere.

DEPOK – Tidak hanya melakukan sosialisasi memperkenalkan diri dan memaparkan visi misi, Caleg NasDem juga memberikan sesuatu yang manfaat untuk masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) mereka masing-masing.

Seperti yang dilakukan Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) Partai NasDem nomor urut 1, Lucky Hakim bersama Caleg DPRD Jabar Dapil Jabar VIII (Kota Depok) Kota Bekasi Nomor Urut 11, Fitriani Sarah dan Caleg DPRD Kota Depok Dapil 2 (Beji, Cinere, Limo) nomor urut 1, Hutomo Agus Subekti yang menggelar workshop Barista Muda di RT2/5 Kelurahan Pangkalanjati Baru, Kecamatan Cinere.

Pada kesempatan tersebut, Lucky Hakim menceritakan, salah seorang temannya di kampus sulit mencari pekerjaan, ia pun berinovasi untuk mencoba menjadi pengusaha kopi, sampai akhirnya mengembangkan bisnisnya di online dan membuka kedai kopi.

“Pendapatannya ternyata melebihi teman-teman saya yang bekerja di perusahaan atau bank, memiliki penghasilan lebih banyak,” kata Lucky.

Jadi, ketika menjadi pengusaha, memang fluktuatif, kadang naik dan turun. Tetapi, pendapatannya tidak bisa diukur. Akan tetapi, jika bekerja di perusahaan, orang bisa membaca penghasilan mereka, baik gaji, bonus dan THR.

“Selama 10 tahun kita bisa tahu pendapatan kita, berbeda dengan pengusaha, apalagi jika sudah ramai dan memiliki franchise,” paparnya.

Di Jabodetabek, sambung Lucky, banyak lowongan pekerjaan, tetapi yang melamar jauh lebih banyak dari lowongan yang tersedia. Selain itu, jika bertahan dengan gaji yang diinginkan, pasti akan kalah dengan mereka yang mau dibayar dibawah UMK.

Berdasarkan pengalamannya, banyak yang meminta pekerjaan kepada dirinya. Namun, jarang orang yang meminta modal. Kadang, ia iseng menanyakan, jika ingin usaha, orang yang meminta pekerjaan itu ingin usaha apa, akan tetapi orang tersebut malah diam.

“Karena tidak memiliki keahlian,” katanya.

Sementara, Hutomo Agus Subekti yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kota Depok ini menjelaskan, pihaknya sengaja menggelar pelatihan membuat kopi atau Barista, agar para pemuda di lingkungannya dapat memiliki keahlian dan kehadiran NasDem bermanfaat untuk masyarakat.

“Kami mengadakan pelatihan dengan menghadirkan mentor atau Barista yang sudah berpengalaman, lengkap dengan alat-alat membuat kopi. Para pesertanya sendiri sebanyak 50 pemuda dan setelah pelatihan, mereka akan mendapat sertifikat,” ucap Hutomo. (cky)