AGENDA : Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji (Kanan) bersama Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Kota Depok, Jamaludin saat diwawancarai wartawan di salah satu rumah makan di Margonda, Kecamatan Beji.Foto : RICKY/RADAR DEPOK  SOROT
AGENDA : Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji (Kanan) bersama Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Kota Depok, Jamaludin saat diwawancarai wartawan di salah satu rumah makan di Margonda, Kecamatan Beji. Foto : RICKY/RADAR DEPOK 
SOROT

DEPOK – Demi percepatan pembangunan, di Kota Depok, Anggota Komisi X DPR RI, Nuroji, meminta Pemkot Depok untuk pro aktif dalam mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, hal tersebut terkait kecilnya anggaran kebudayaan di Kota Depok. Sehingga membuat aktifitas beberapa kesenian tersendat, salah satunya adalah mangkraknya pembangunan gedung kesenian Depok.

“Langkah agretifitas dari Depok kurang dalam mengajukan bantuan anggaran. Saya mendapat informasi soal itu, bahwa Depok kurang agresif untuk minta diperbesar DAK (Dana Alokasi Khusus,-red) dan DAU (Dana Alokasi Umum,-red) ke pusat. Kalau DAU kan sudah rumusnya, sedangkan DAK bisa ditambah tergantung kita mengajukan program,” kata Nuroji kepada Radar Depok.

Nuroji melanjutkan, walikota dari beberapa daerah datang ke pusat seperti Papua dan Ambon yang melakukan pengajuan kemudian mendapat bantuan.

“Depok dekat dengan Jakarta, kenapa tidak melakukan itu. Kendalanya cuma kurang agresif untuk meminta bantuan,” tegas Nuroji yang kembali maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) nomor urut 1 dari Partai Gerindra.

Dari Depok sendiri ada enam perwakilan anggota dewan di DPR RI, dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Kota Depok. Dari Jabar sendiri, ada bantuan untuk fasilitas kesenian yang dijanjikan era Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar sebelumnya, sebagai janji kampanye, namun belum diajukan Kota Depok.

“Gedung kesenian di Depok tidak jelas statusnya mau diapain, dijadikan sekolah atau rumah hantu sampai sekarang belum ada realisasi. Jawabannya belum diserahterimakan dari provinsi ke Depok, makanya pro aktif meminta diserahkan untuk nanti dilanjutkan,” tutup Nuroji. (cky)