DEPOK-Penderita Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA), di Kota Depok bisa bernafas lega. Kendati, ada gagal lelang pengadaan obat ARV jenis Fixed Dose Combination (FDC) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Obat yang dikonsumsi setiap hari itu aman di Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, Novarita mengatakan, selama ini di Kota Depok belum ada laporan kesulitan ketersediaan ARV. “Kami ada data rincinya, tapi enggak bisa dipublish,” kata Novarita kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, pengobatan ini harus terus menerus. Harus diminum setiap hari. “Enggak bisa hari ini minum, besok enggak. Dan dia harus dapat terus, kalau enggak, bisa menular,” terangnya.

Sementara itu, untuk persediaan obat, di Kota Depok masih aman. Penderita bisa mengambil obatnya di RSUD Kota Depok. “Di Depok masih aman,” tegas Nova.

Terpisah, Manager On Duty, (MOD) RSUD Kota Depok, Setya Hadi Saputra menuturkan, jika ingin mendapatkan obat ARV. Pasien yang bersangkutan terlebih dahulu harus memeriksa dirinya, ke Poli Voluntary Counselling and Testing (VCT), atau Care Suport And Therapy (CST). “Jika sudah periksa, nanti ketahuan, dan baru dilakukan tatalaksana medis dan peresepan buat obat ODHA,” kata Hadi.

Ketua Umum Kumpulan Dengan Segala Aksi Kemanusiaan (Kuldesak) yang konsen menangani masalah HIV/AIDS, Samsu Budiman mengatakan saat ini pengadaan obat di Kota Depok aman, untuk di Kota Depok Sendiri masih aman. “Kalau di RSUD, dan SR Sentra Medika masih aman sih,” kata Budiman.

Dia juga sudah meyakini setelah Kemenkes memberikan pemberitahuan di web resminya, kalau pasokan obat untuk HIV aman. “Pemerintah juga sudah jawab, jadi aman,” ujar Samsu.

Namun demikian pihaknya meminta agar Dinas Kesehatan mau mempubliskasi jumlah penderita ODHA di Kota Depok, dengan ketersediaan Obat yang ada di Kota Depok. Pasalnya, belum ada keterbukaan tersebut sehingga ODHA juga khawatir, apakah persediaan obat aman. “Jangan-jangan pemerintah hanya klaim, jika tidak diimbangi dengan data konkret. Kenapa tidak dipublikasi saja, obat yang tersedia, dengan penderita ODHA di Kota Depok,” tegasnya.(rub)

Karena pemerintah, dan Dinkes Kota Depok menjamin obat ARV jenis Fixed Dose Combination (FDC) aman.

Kabar yang beredar tentang gagal lelang pengadaan obat untuk paies HIV dan AIDS karena harga yang ditawarkan peserta lelang terbatas yang diikuti PT Kimia Farma Tranding and Distribution dan PT Indofarma Global Medika pada tahun 2018 buntu, membuat Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) khawatir.

Sebabnya harga yang disodorkan tidak cocok dengan pagu anggaran yang telah dianggarkan Kementrian Kesehatan. Hasilnya persediaan obat di rumah sakit semakin menipis. Namun penderita ODHA di Kota Depok bisa bernafas lega. Karena pemerintah, dan Dinkes Kota Depok menjamin obat ARV jenis Fixed Dose Combination (FDC) aman.

ARV merupakan obat yang mengandung tiga zat aktif Tenofovir, Lamivudine, dan Efavirenz (TLE) yang kini tersedia dalam bentuk Fixed Dose Combination (FDC). Obat ini harus dikonsumsi penderita HIV/AIDS tanpa putus sepanjang hidup.

Karena virus tidak terbunuh, ia dapat muncul kembali jika pengobatan tiba-tiba dihentikan. Maka dari itu, ARV adalah obat penting yang harus terus menerus dikonsumsi pasien HIV. Hal tersebut tentu sangat mengkhawatitkan bagi penderita ODHA, dan mengancam nyawa mereka.