Foto : PEBRI/RADAR DEPOK PENDIDIKAN: Peserta dan guru PAUD-SPS Jari Kecil berfoto bersama dengan narasumber Workshop Pendidikan Literasi dan Literasi Keluarga, yakni Syefriani Danis.

Foto : PEBRI/RADAR DEPOK
PENDIDIKAN: Peserta dan guru PAUD-SPS Jari Kecil berfoto bersama dengan narasumber Workshop Pendidikan Literasi dan Literasi Keluarga, yakni Syefriani Danis.

SAWANGAN – PAUD-SPS Jari Kecil mengadakan Workshop Pendidikan Literasi dan Literasi Keluarga. Dimana, dalam kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut, yang menjadi narasumbernya adalah Syefriani Danis.

Dalam kesempatan tersebut, Syefriani mengatakan, pendidikan yang utama dan pertama adalah keluarga. Oleh karena itu, dalam penguatan program pendidikan literasi, tentunya juga harus berawal dari keluarga.

“Untuk merangsang pola perkembangan anak, ada tiga aspek, yakni aspek intelektual, emosional, dan spiritual,” ucapnya.

Dalam pendidikan literasi di keluarga, orang tua harus memahami tiga tahapan, diantaranya tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ditahap pembiasaan adalah menanamkan cinta membaca kepada anak, ini adalah tahapan awal sebagai perkenalan. Lanjut pada tahap pengembangan, yakni anak diajarkan untuk membuat resume atau bisa menceritakan dari apa yang mereka baca.

“Selanjutnya ditahap pembelajaran orang tua harus bisa berinteraksi, dan memahami sejauh mana anaknya paham dengan apa yang dibacanya,” tuturnya.

Sementara itu, Programmer PAUD-SPS Jari Kecil, Anastasia menururkan, literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah. Menciptakan budaya literasi harus dari orang-orang terdekat, dan untuk anak tentunya adalah keluarga.

“Tentunya untuk menciptakan budaya litersi ke anak, harus bisa membuat mereka merasa nyaman dan bahagia untuk menjalankannya. Sehingga, anak akan jadi terbiasa melakukannya, tanpa harus diingatkan atau dipaksakan,” terangnya. (peb)