DEPOK-Pelaku pencurian disertai pemerkosaan dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Riza Dona, penjara selama 10 Tahun. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah, telah melakukan tindak pidana pencurian berat dan tindak pidana pemerkosaan.

“Terdakwa Asep Mulyana alias Heri terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (1) ke-3, ke-5 KUHP dan Pasal 285 KUHP dalam Dakwaan Kumulatif kesatu dan kedua JPU. Menjatuhkan pidana penjara selama 10 Tahun,” ujar Riza Dona saat pembacaan Surat Tuntutan, kemarin.

Barang bukti berupa dua buah celana dalam wanita warna putih, dua buah celana pendek wanita warna hitam dan biru, satu buah seprai kasur motif garis-garis warna ungu, satu buah kardus HP merk Vivo warna putih dan satu buah HP merk Vivo warna hitam dinyatakan JPU, dikembalikan kepada Saksi Korban Siti Faturahma.

Sementara, Siti Faturahma korban aksi yang dilakukan Asep Mulyana (38), terjadi saat rumah majikannya warga negara Jerman yang terletak di Komp. IPTN Jalan Candra Puri No. 17 Kav. H1 RT.03/RW.04 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, dalam keadaan sepi.

Selasa (18/9/2018), sekira pukul 03:30 WIB, korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga hanya sendirian di rumah. Adapun barang yang hilang berupa tiga buah HP, satu buah tas warna merah yang berisi dua buah cincin, uang tunai sebesar Rp 1,5 Juta, KTP dan Kartu BPJS.

Dalam keterangannya di bawah sumpah, Siti menerangkan, saat sedang tertidur, dirinya terbangun melihat terdakwa sudah berada di dalam kamar. Sambil menodongkan parang serta mengancam agar dirinya diam, jangan berteriak.

Korban melihat HP merk Vivo, Nokia, Lenovo miliknya sudah tidak ada lagi di atas kasur, diambil terdakwa dan dimasukkan ke dalam kantong celana sebelah kanan yang dikenakan terdakwa. Kemudian terdakwa bertanya kepada korban, tinggal sama siapa di rumah tersebut, kerja sama siapa, bos ada dimana, ada berapa orang yang tinggal di rumah itu dan sudah berapa lama bekerja.

Pertanyaan terdakwa itu dijawab korban dengan memohon, agar dirinya tidak diapa-apain. Namun, permohonan korban itu malah direspon terdakwa dengan menodongkan parang sambil berucap, ‘saya minta berhubungan badan sama kamu’.

Ancaman terdakwa tersebut dijawab korban dengan jawaban, “jangan pak, saya lagi sakit. Kamu punya ibu kan, punya adik perempuan”. Mendengar jawaban korban, terdakwa makin bernafsu sambil berkata, ‘saya gak punya siapa-siapa, saya gelandangan’.

Selanjutnya, terdakwa menurunkan celana jeans dan celana dalamnya sambil menaruh parang di lantai lalu terdakwa mendekati Siti, melepaskan celana dan celana dalam korban dengan cara memaksa kemudian terdakwa memperkosa korban dengan posisi telentang.

Sekira dua menit, terdakwa merasa puas telah melampiaskan nafsunya kepada korban. Lalu terdakwa sambil membawa celana miliknya dan parang pergi ke kamar mandi. Saat itu korban berlari keluar kamar masuk ke ruang tamu dan pintunya oleh saksi dikunci kemudian saksi naik ke lantai dua.

Langkah selanjutnya, saksi menelepon adik sepupunya Saksi Deddy Suryadi. Saat melihat satpam perumahan Saksi Haryanto sedang melintas, dari atas jendela berteriak minta tolong lalu Haryanto bersama rekannya melompati tembok pagar.

Ketika di pekarangan rumah, barulah korban turun dan keluar rumah. Tak lama kemudian Saksi Deddy Suryadi juga datang kemudian bersama-sama mencari terdakwa akan tetapi, terdakwa sudah kabur.

Kemudian Kamis (20/9/2018) sekira pukul 21.30 wib, Anggota Kepolisian Polsek Cimanggis berhasil mengamankan terdakwa di daerah Sukabumi dan HP merk Vivo milik korban masih dalam kekuasaan terdakwa. Atas kejadian itu kerugian materi yang dialami korban ditaksir sekitar tujuh juta rupiah. Keterangan korban tersebut di ruang sidang dibenarkan oleh terdakwa. (rub)