ASKOT PSSI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK SEPAK BOLA UNGGUL: Perwakilan 44 klub peserta turnamen Piala Walikota Depok 2019 berfoto bersama ketua Askot PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi usai menjalani Technical Meeting (TM) di GOR KONI Kota Depok, Sabtu (26/1).
ASKOT PSSI KOTA DEPOK FOR RADAR DEPOK
SEPAK BOLA UNGGUL: Perwakilan 44 klub peserta turnamen Piala Walikota Depok 2019 berfoto bersama ketua Askot PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi usai menjalani Technical Meeting (TM) di GOR KONI Kota Depok, Sabtu (26/1).

 

DEPOK – Berbagai penyesuaian dilakukan Asosiasi Kota PSSI Kota Depok, demi menyuguhkan kompetisi berkualitas. Salah satunya, merubah format pertandingan Piala Walikota Depok 2019. Dari sistem gugur, menjadi sistem semi kompetisi.

Perubahan tersebut disampaikan kepada 44 klub peserta turnamen, pada sesi Technical Meeting (TM) di GOR KONI Kota Depok, Sabtu (26/1).

“Semua regulasi dan poin-poin teknis pertandingan sudah disepakati perwakilan klub yang hadir,” ujar Bidang Kompetisi Askot PSSI Kota Depok, Marwangi kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sistem semi kompetisi, membagi 44 peserta turnamen kedalam beberapa grup di setiap zona pertandingan. Yakni, lima grup di Zona Timur, lima grup di Zona Barat, dan empat grup di Zona Tengah. Berdasarkan drawing yang dilakukan saat TM.

Menurut Marwangi, dibanding sistem gugur, sistem ini lebih cocok untuk kompetisi yang berorientasi pada pembinan pemain. Seperti Piala Walikota Depok 2019. Sebab, kata dia, pemain memiliki kesempatan bermain lebih banyak. Dan aparat pertandingan pun mendapat jam bertugas lebih lama.

“Jam terbang pemain dan aparat pertandingan di turnamen ini adalah wujud keseriusan Askot membina pemain sekaligus aparat pertandingan sepak bola di Kota Depok,” papar Marwangi.

Sebenarnya, lanjut dia, penerapan sistem semi kompetisi sudah lama direncanakan panitia turnamen. Namun, pihaknya sengaja mengumumkan penggunaan sistem gugur dalam sesi workshop sebelumnya, untuk mengukur antusiasme klub-klub di Kota Depok. “Kami menyiapkan tiga skema pelaksanan. Kalau peserta tidak sampai 32, kami pakai sistem gugur. Kalau peserta lebih dari 32, kami pakai sistem semi kompetisi. Dan kalau seluruh 54 anggota Askot mendaftar, kami akan pakai sistem klasemen,” papar Marwangi.

Karena itu, kata Marwangi, sistem apapun yang diterapkan tidak berpengaruh banyak pada persiapan, ataupun waktu pelaksanaan turnamen. “Semua sudah kami perhitungkan,” imbuhnya.

Dia berharap, pelaksanaan Piala Walikota 2019 benar-benar menjadi tolok ukur kompetisi di Jawa Barat. Sehingga menggugah masyarakat untuk mengembalikan kejayaan sepak bola di Depok.

“Harapan terbesar kami, para peserta menampilkan performa terbaiknya. Agar kami bingung memilih pemain terbaik dari pemain-pemain terbaik yang ada,” pungkasnya.(mg2)

 

Sekilas tentang Piala Walikota Depok 2019

Peserta                      : 44 tim

Pelaksanaan            : 9 Februari – 7 April 2019

Pembukaan              : Sabtu, 9 Februari

Di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Beji Timur                                   (Lapangan HW)

Jalan Muhammad Ridwan Rais, Kelurahan Beji

Timur, Kecamatan Beji