Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MASIH BELUM TERTIB : Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan diatas jalur pedestrian di depan proyek Terminal Depok, Jalan Margonda Raya, kemarin.
Foto : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MASIH BELUM TERTIB : Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan diatas jalur pedestrian di depan proyek Terminal Depok, Jalan Margonda Raya, kemarin.

DEPOK– Nasib PKL semakin terombang ambing. Pasalnya, saat ini tak ada lagi tempat jualan di Depan Terminal Depok. Akhirnya, Korps Penegak Perda dan PKL di Jalan Margonda kucing-kucingan. Bukan trotoar yang ramah, karena berada di sisi pembangunan proyek Metro Starter di Jalan Margonda Raya. Belum lagi pedagang kaki lima yang mulai bertumbuhan seperti jamur.

Saat ini PKL mulai menjamur di Jalan Raya Margonda. Pantauan Radar Depok, pejalan kaki berjalan di bahu jalan Raya Margonda, bukan di trotoar, atau paling tida jalan mepet di pagar pembatas pembangunan proyek.Tak segan PKL memasang terpal-terpal seadanya untuk menutupi lapak mereka dari hujan. Ada pula pedagang yang baru datang untuk menggelar lapak mereka di trotoar tersebut. Ada yang berjualan pakaian, kaos kaki, aksesoris ponsel, hingga makanan.

Warga Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Sakti mengeluhkan harusnya disediakan tempat untuk pejalan kaki. “Harusnya ada tempat pejalan kaki, boleh jualan tapi ada buat jalan juga,”  kata Sakti singkat di lokasi proyek Metro Starter kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Kepala Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Pengawalan Satpol PP Kota Depok, Ahmad Oting mengatakan, selalu kucing-kucingan dengan pedagang. Tapi petugas berupaya selalu menertibkan PKL. “Setiap hari kita jaga, tapi setelah tidak dijaga, mereka balik lagi, ya kucing-kucingan aja dengan petugas,” tandas Oting.(rub)