TUNJUKAN : Pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dapur Bu Jiran, Puji Astuti sekaligus pencetus Cokelat Tempe Khas Depok. Foto : SANI/RADAR DEPOK
TUNJUKAN : Pemilik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dapur Bu Jiran, Puji Astuti sekaligus pencetus Cokelat Tempe Khas Depok. Foto : SANI/RADAR DEPOK

Keunggulan UMKM Dapur Bu Jiran (1)

Bagi masyarakat Indonesia tempe merupakan menu lazim yang ada di meja makan. Bukan hanya di rumah, namun di rumah makan atau restoran pun tempe sangat disukai seluruh kalangan. Nah, salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Cimanggis,  Dapur Bu Jiran mengolah tempe dengan berbagai olahan rasa.

LAPORAN: NUR APRIDA SANI

Tempe terbuat dari kacang kedelai. Seluruh kalangan pasti menyukainya, ada yang biasanya di goreng, dibuat keripik, bacem, dan lain sebagainya. Umumnya, pasti selalu ada di tukang gorengan pinggir jalan.

Berbeda dari pedagang pada umumnya. Puji Astuti sang Pemilik UMKM Dapur Bu Jiran, mengolah tempe dengan sentuhan baru. Yakni, memadukan olahan tempe dengan cokelat. Yang kini dikenal masyarakat dengan nama cokelat tempe.

Puji mengatakan, jika tempe dijadikan sebagai lauk sudah menjadi hal biasa. Namun, jika tempe dijadikan cemilan itu tidak biasa. Apalagi, dicampur dengan lelehan cokelat dan menjadi sebuah cokelat batangan.

“Tempe itu renyah, cokelat itu lezat. Kalau dipadukan menghasilkan dua rasa berbeda yang orang lain belum tentu pernah mencicipinya,” kata Puji.

Cokelat Tempe Dapur Bujiran miliknya, sudah memproduksi lebih dari 200 cokelat perbulannya. Harganya cukup terjangkau. Puji menjual seharga Rp10 ribu perbatangnya. Uniknya lagi, kertas karton batik dijadikannya untuk pembungkus luar cokelat tempenya tersebut.

Sejak 2017 UMKM Dapur Bu Jiran berdiri, tapi Puji baru memasarkan produk cokelat tempe sekitar 4 bulan lalu. Dia memproduksi sendiri dirumah tanpa bantuan karyawan. “Saya masih produksi sendiri, setiap hari jam 1 pagi saya sudah bangun untuk olah tempe-tempe dan cokelat yang sudah dibeli,” ujarnya.

Awal mula dirinya memiliki inisiatif membuat olahan tempe dengan cokelat. Dikarenakan, sang suami yang tidak suka dengan makanan asli Indonesia itu. Dari situlah ide ajaib ibu dua orang anak ini muncul. “Dirumah hampir setiap hari ada tempe, tapi yang makan hanya saya dan anak-anak. Daripada suami tidak makannya, saya coba kreasiin dengan bahan lain jadi doyan dia,” tuturnya. (bersambung)